LIQUICA, NTT PEMBARUAN.id – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma bersama rombongan melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Liquica, Timor Leste (Administração Munisipio Liquica), Sabtu, 30 Agustus 2025 siang.
Kunjungan ini dilakukan setelah Wakil Gubernur NTT berdiskusi dengan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas penyambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Municipio Liquica.
Ia menegaskan, bahwa hubungan persaudaraan yang terjalin antara masyarakat NTT dan Timor Leste perlu terus dikembangkan dalam bentuk kerja sama yang konkret di berbagai sektor.
“Kami menyampaikan sejumlah ide kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak.
Adapun gagasan dan peluang kerja sama yang disampaikan Pemerintah Provinsi NTT meliputi:
- Membuka border market serta menggunakan border pass untuk perdagangan yang saling menguntungkan dan lancar bagi kedua negara.
- Festival perbatasan yang menampilkan perdagangan masyarakat di sektor pertanian, kuliner, pangan, dan fesyen.
- Sport tourism berupa lomba sepeda Tour de Timor dari Kupang menuju Lospalos, sebagai kelanjutan dari kegiatan Tour de EnTeTe yang akan digelar September 2025.
- Pelatihan dan sekolah bisnis dengan fokus pada manajemen, pemasaran, dan pengemasan produk-produk unggulan.
- Kerjasama di bidang kesehatan termasuk pemanfaatan fasilitas dan tenaga medis unggulan di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang dan RSUD Ben Mboi yang dilengkapi peralatan modern.
- Membuka Cabang Bank NTT di Timor Leste untuk memperkuat layanan keuangan lintas negara.
- Pengembangan pariwisata melalui sekolah vokasi dan kejuruan.
- Penguatan pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai sektor strategis bagi kedua wilayah.
Sementara itu, Presiden Autoridade Municipio Liquiçá, Paulino Ribeiro menyampaikan bahwa fokus program prioritas daerah saat ini adalah pembangunan infrastruktur, termasuk jalan, air bersih, listrik, dan jembatan.
Selain itu, pemerintah setempat memberi perhatian besar pada pengelolaan pasar, pariwisata, pertanian, pendidikan, dan kesehatan.
“Kami sangat terbuka untuk menjalin kerjasama dengan Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi NTT di bidang pariwisata, pertanian, dan peternakan. Kami berharap kerjasama ini dapat dituangkan dalam bentuk MoU, sehingga menjadi landasan resmi untuk aksi nyata ke depan,” jelas Paulino Ribeiro.
Ia menegaskan, potensi unggulan yang dimiliki Liquica, mulai dari produksi garam, pertanian, perikanan, peternakan, wisata pantai, warisan budaya, sejarah religius hingga pelatihan manajemen.
Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah pengembangan dan pemasaran potensi daerah tersebut.
Pertemuan antara Wakil Gubernur NTT dan Pemerintah Municipio Liquica diakhiri dengan diskusi mendalam mengenai potensi kerjasama yang dapat ditindaklanjuti. Kedua pihak sepakat mendorong lahirnya kesepakatan resmi dalam bentuk MoU, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan dan memperkuat hubungan persaudaraan antara NTT dan Timor Leste. (red/*)



