KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sampai dengan hari ini masih terkendala lahan.
Kondisi itu, sangat berpengaruh pada progres fisik, kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Bendungan Temef Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fajar Hariaji kepada media ini di Kupang, Jumat (5/11/2021).
Terkait masalah lahan itu, ia serahkan sepenuhnya kepada PPK Tanah BWS NT 2 yang punya kewenangan di bidang itu.
Permasalahan besar yang dihadapinya saat ini adalah masalah lahan dan antisipasi memasuki musim hujan tahun ini.
“Masalah lahannya belum beres, sehingga kita belum bisa masuk secara legal. Prinsipnya, kita terima bersih karena yang mengurus adalah PPK Tanah BWS NT2,” kata Fajar.
Pembangunan Bendungan Temef yang sudah berjalan sejak Tahun 2018 itu, saat ini progres fisiknya menurut Fajar, sudah mencapai 72 persen.
Ia berharap, persoalan lahan itu segera diselesaikan, sehingga pekerjaannya bisa selesai tepat waktu.
Seperti diketahui, pembangunan Bendungan Temef yang dimulai sejak 2018 sampai dengan 2023 itu akan membutuhkan anggaran sebesar Rp 1,4 triliun.
Pembangunan itu dibagi dalam dua paket, yaitu paket I untuk konstruksi bendungan (bangunan pengelak dan pekerjaan bendungan utama) dikerjakan oleh PT.Waskita Karya (WK) Kerjasama Operasional (KSO) dengan PT. Bahagia Bangun Nusa.
Sedangkan paket II dikerjakan PT.Nindya Karya (NK) KSO PT. Bina Nusa Lestari untuk pekerjaan jalan masuk dan pekerjaan bendungan pelimpah.
Bendungan Temef akan memberikan manfaat untuk daerah irigasi seluas 4.500 hektar, dan untuk kebutuhan air baku, 0, 13 meter kubik/detik. (red)



