KUPANG, NTT PEMBARUAN.id- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing di musim hujan sekarang ini.
Himbauan itu disampaikan Wagub Asadoma saat memimpin apel kesadaran yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTT di halaman depan Kantor Gubernur NTT, Senin (18/11/2025).
Asadoma menekankan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan kerja serta tempat tinggal masing-masing.
Ia mengingatkan hal tersebut sebagai antisipasi dalam mencegah berbagai penyakit di musim penghujan.
“Di musim penghujan sekarang ini, jaga kesehatan baik-baik. Tolong untuk kita jaga kebersihan, baik di lingkungan kerja serta tempat tinggal kita masing-masing. Jika tidak bersih maka serangga macam lalat dan nyamuk juga akan banyak berkeliaran dan tentu akan membawa wabah penyakit. Kita juga perhatikan pohon-pohon sekitar kita, untuk dirapikan. Harus bisa prediksi dan perhatikan sehingga bisa antisipasi jika ada angin kencang, paling tidak kita bisa cegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” pinta Wagub Johni.
Poin berikut yang ditegaskan Wagub Johni Asadoma dalam apel kesadaran tersebut yakni terkait jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Kupang, khususnya di kalangan pelajar yang tengah meningkat jumlahnya.
Ia menegaskan hal tersebut merupakan perhatian serius yang tidak boleh dianggap remeh oleh setiap orang.
Ia menginstruksikan jajaran perangkat daerah terkait untuk mengeluarkan regulasi berupa surat edaran atau instruksi khusus sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran penyakit ini.
“Baru-baru ini, ada salah satu Akademisi / Guru Besar dari Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, yang dalam vlognya, beliau prihatin terhadap jumlah penderita HIV/AIDS di Kupang yang jumlahnya meningkat, khususnya di kalangan pelajar. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua akan bahaya penyakit ini. Pertama, tentu kita mulai dari dalam keluarga masing-masing. Kita harus jadi ‘Juru Kampanye’ (Jurkam) terkait bahaya penyakit ini, pentingnya pendidikan sex yang tepat bagi anak-anak kita,” terang Johni.
“Penyakit HIV/AIDS sekarang meningkat bukan dari para Pekerja Seks Komersial (PSK), tapi justru di kalangan pelajar. Ini menunjukkan bahwa anak-anak ini punya pemahaman yang kurang terkait bahaya penyakit ini. Wajib bagi kita jadi Jurkam HIV/AIDS di lingkungan kita masing-masing. Dengan begitu, kita bisa meminimalisir, dan menjaga generasi penerus agar tidak terjerumus dalam sex bebas serta pergaulan yang salah,” tambah Johni Asadoma.
“Jajaran perangkat daerah terkait untuk segera terbitkan regulasi, supaya kita bisa cegah agar tidak meningkat lagi,” ujar Mantan Kapolda NTT ini.
Ia melihat, penyakit ini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi emas anak- anak. “Diskriminasi dan keterasingan dari siswa yang terjangkit tentu akan membuat kita kehilangan generasi emas kita, daerah dan bangsa akan rugi. Jika sudah begini maka kita tidak bisa bergerak maju, dan kita akan tertinggal,” tegasnya.
Diakhir amanatnya, Wagub Johni Asadoma mengingatkan kembali setiap jajaran perangkat daerah untuk tertib dalam setiap adminsitrasi dan pertanggungjawaban keuangan setiap program dan kegiatan yang direncanakan dan yang telah dilaksanakan.
Ia meminta agar anggaran yang telah direncanakan tersebut dapat terserap dengan baik bagi kepentingan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Ini sudah di penghujung akhir tahun. Saya harap berbagai administrasi dan pertanggungjawaban keuangan dibereskan dengan baik. Semua anggaran dalam program kerja agar terserap dan tuntas serta berdampak bagi pelayanan publik dan pembangunan daerah. Karena jika tidak terserap dengan baik atau SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran), maka itu sama saja kita tidak berhasil dalam menyusun anggaran dan program. Ini jadi perhatian kita bersama,” tandasnya.
“Sekali lagi tetap semangat, tetap disiplin, tetap jaga dedikasi dan integritas sebagai ASN. Tuhan berkati kita semua,” tutupnya.(red/*)



