Oleh : Marianus Yuda, S.Pd, Wakasek Kesiswaan SMK Negeri 2 Welak, Manggarai Barat
TANGGAL 25 November 2021 merupakan peringatan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-76.
Peranan guru di masa lalu tidak dapat diabaikan begitu saja. Semangat dan dedikasi guru dalam membangun negeri tidak dapat dipungkiri. Bahkan, sebelum Indonesia merdeka, guru merupakan salah satu tonggak utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hal ini tentu saja dapat dilihat dari sejarah perkembangan organisasi guru yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka.
Kiprah dan peran guru sudah tampak semenjak berdirinya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya Tahun 1912.
Semenjak saat itu, mulai muncul organisasi sejenis yang merupakan wadah bagi para guru saat itu. Tentu saja organisasi guru yang berdiri di masa lalu merupakan cikal bakal berdirinya organisasi guru yang saat ini dikenal sebagai Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Melihat sejarah yang ada, adanya organisasi guru merupakan salah satu komitmen para pengajar di masa lalu untuk memperbaiki kualitas pendidikan di masa lampau.
Perlu diketahui, masyarakat asli Indonesia yang kala itu kerap dipanggil pribumi oleh Pemerintah Kolonial Belanda tidak dapat menikmati pendidikan yang layak.
Hanya orang — orang dengan status tertentu saja yang dapat mengenyam bangku sekolah.
Sebelum berdirinya PGRI, PGHB yang merupakan wadah para guru di zaman Hindia-Belanda, sempat mengalami perubahan nama dari PGHB berubah menjadi PGI yang merupakan singkatan dari Persatuan Guru Indonesia. Perubahan nama yang menjadi kontroversi saat itu karena kata “Indonesia” tidak disukai oleh Pemerintah Kolonial Belanda.
Kata “Indonesia” dianggap merupakan sebuah perlawanan terhadap otoritas Pemerintah Kolonial kala itu.
Hingga pada puncaknya, pada di era Pemerintahan Kolonial Jepang, PGI mengalami masa-masa kritis.
PGI dilarang beraktivitas dan melakukan segala kegiatan keorganisasian. Otomatis, keberadaan PGI saat itu sempat beku dan vakum karena terhalang larangan Pemerintah Kolonial Jepang.
Kiprah organisasi guru di Indonesia vakum untuk beberapa saat sampai dengan Indonesia memperoleh kemerdekaan.
PGRI sendiri baru berdiri setelah 100 hari Indonesia merdeka. Organisasi yang awalnya bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB), lalu sempat berganti nama menjadi PGI merupakan sejarah awal berdirinya PGRI.
Organisasi tersebut berganti nama menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia atau disingkat PGRI.
Tepatnya pada tanggal 25 November 1945, PGRI terbentuk setelah berlangsungnya Kongres Guru Indonesia di Surakarta.
Tahun ini, genap 76 tahun berdirinya PGRI, sebuah organisasi yang awal mulanya sebagai wadah para guru di Indonesia telah berkembang perannya menjadi organisasi profesi yang memfasilitasi seluruh guru di Indonesia.
Tanggal berdirinya PGRI, 25 November atau 76 tahun yang lalu bukan hanya diperingati sebagai hari lahirnya organisasi ini. Namun, melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, tanggal berdirinya PGRI diperingati sebagai Hari Guru Nasional.(*)




