Categories Humaniora

Gubernur NTT : Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena kembali mengingatkan publik, bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Hal itu disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Puncak Peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 di Auditorium Undana Kupang, Kamis (27/11/2025).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”.

Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sejak 5-27 November 2025 meliputi lomba paduan suara, pertandingan futsal, bola voli dan jalan sehat.

Sekitar 5.000 guru dari PGRI Kabupaten Kupang, Kota Kupang, dan Provinsi NTT hadir memeriahkan acara tersebut.

Turut hadir Bupati Kupang, Yosef Lede, Ketua PGRI Provinsi NTT, Semuel Haning, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, Kadis Pendidikan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, Kadis Pendidikan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, dan unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa PGRI sejak awal berdirinya tidak hanya menjadi wadah profesi guru, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan perjuangan bangsa.

“Tidak banyak organisasi di negeri ini yang sejak awal berdirinya berjalan seiring dengan perjuangan bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa peran guru di Indonesia secara historis berbeda dengan negara lain. Guru tidak hanya mendidik, tetapi menjadi bagian dari kebangkitan dan perjuangan bangsa, bahkan hingga saat ini banyak guru di daerah yang turut membantu masyarakat memahami pertanian, peternakan, dan perkebunan.

“Terima kasih yang setulus-tulusnya atas seluruh karya, dedikasi, pengabdian, dan loyalitas yang tidak tercela dari semua guru se-Provinsi NTT,” ungkapnya.

Gubernur Melki juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT mengelola anggaran sekitar Rp 5,6 triliun, dan hampir setengahnya Rp 2,6 triliun dialokasikan untuk sektor pendidikan sebagai bukti komitmen pemerintah memajukan dunia pendidikan di NTT.

Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi NTT, Semuel Haning, menegaskan bahwa selama 80 tahun keberadaannya, PGRI telah menjadi rumah besar bagi para pendidik di seluruh Indonesia dan menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan.

“Pemerintah dapat membuat regulasi, tetapi gurulah yang menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan di lapangan,” terangnya.

Ia juga menyoroti kasus kriminalisasi guru yang masih terjadi di berbagai daerah.

“Ada guru yang dilaporkan ke polisi karena mendisiplinkan murid. Hari ini, kita tidak boleh diam. Negara harus hadir melindungi guru,” tandasnya.

Kepada pemerintah, ia berharap, bisa memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan guru, terutama guru honorer dan menyediakan peningkatan kompetensi yang layak.

Penghargaan untuk guru berdedikasi dan pahlawan pendidikan dalam kesempatan tersebut, PGRI memberikan penganugerahan gelar kehormatan “Pahlawan Pendidikan” kepada almarhumah Rosalia Rerek Sogen, Guru asal Flores yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di Papua akibat penyerangan KKB.

Santunan duka turut diserahkan kepada keluarga almarhumah oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Kupang, Yosef Lede.

Selain itu, diberikan pula piagam penghargaan kepada pemenang tingkat nasional, yakni

  • Juara II Pengawas Sekolah Berdedikasi Daerah 3T Tahun 2025
  • Juara III Guru SMA/SMK/SLB Berdedikasi Daerah 3T Tahun 2025.

Acara puncak ditutup dengan ajakan Gubernur Melki untuk menyanyikan Himne Guru sebagai bentuk penghormatan bagi seluruh pendidik di Indonesia. (red)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya