KUPANG, NTT PEMBARUAN.id- Di hadapan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) RI, Prof.Dr. Fauzan saat pembukaan Rapat Kerja Konsolidasi Pimpinan Perguruan Tinggi di LLDikti Wilayah XV, Selasa (30/9/2025), Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyoroti tingginya angka stunting, kemiskinan, serta rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTT.
Investasi yang paling fundamental untuk pembangunan jangka panjang, kata politisi Golkar ini, adalah pembangunan SDM unggul.
Upaya memutus rantai kemiskinan antar generasi dan mewujudkan Generasi Emas Flobamorata, menurut dia, hanya bisa dicapai melalui strategi yang terintegrasi dan kolaboratif.
Ia optimis, peluang besar terbuka bila pembangunan SDM dijadikan prioritas.
“Semakin tinggi angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di NTT, semakin banyak mahasiswa yang dapat digerakkan sebagai agen perubahan di desa-desa,” tambahnya.
Kata Mantan DPR RI ini, integrasi data, riset, dan sinergi lintas sektor dapat menghasilkan program yang lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus membentuk social movement dalam memerangi stunting dan kemiskinan ekstrem.
Sementara, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI, Prof. Dr. Fauzan saat membuka Rapat Kerja Konsolidasi Pimpinan Perguruan Tinggi di LLDikti Wilayah XV di Hotel Aston Kupang, Selasa (30/9/2025) mengatakan, Perguruan Tinggi sejak awal diberi mandat menciptakan SDM unggul dan kompetitif.
Menurut Wamen Diktisaintek Fauzan, rapat kerja ini menjadi momentum penting bagi NTT untuk merancang langkah konkret dalam membangun SDM unggul, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mempersiapkan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menambahkan, nilai gotong royong dalam Pancasila harus dimaknai secara personal maupun institusional, sehingga melekat dalam jati diri Perguruan Tinggi.
“Tagline Perguruan Tinggi berdampak bukan hal baru, melainkan misi yang harus dijalankan konsisten. Kebermanfaatan Perguruan Tinggi terletak pada kontribusinya sebagai problem solver, bukan bagian dari masalah di daerah,” tegasnya.
Wamen Diktisaintek Fauzan juga memberikan apresiasi kepada LLDikti Wilayah XV yang telah merancang forum inklusif ini sebagai contoh yang dapat diadopsi daerah lain.
“Kita perlu berpikir bagaimana menjadikan NTT sebagai wilayah maju dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. Untuk itu, saya berharap pimpinan Perguruan Tinggi selalu mencurahkan gagasan, tenaga, dan komitmen dalam memajukan NTT di berbagai bidang,” jelas Wamen Diktiristek Fauzan.
Pada kesempatan tersebut turut dilaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi RI dengan Pemerintah Provinsi NTT, yang ditandatangani oleh Wamen Prof. Dr. Fauzan dan Gubernur NTT, Melki Laka Lena disaksikan Kepala LLDikti Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka.
Selain itu, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30 September – 1 Oktober 2025 ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan sebagai apresiasi kepada pemerintah daerah serta Bank BRI atas kontribusi nyata dalam program KKN dan pemberdayaan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) serta Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek, Unsur Forkopimda Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT, Ketua KADIN NTT serta para Tokoh Agama.(red)



