LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.id- Salah satu upaya mencegah masuknya penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Kecamatan Welak menempatkan Posko Siaga Covid-19 di pintu masuk Kecamatan Welak, tepatnya di Wol.
“Kami sudah membangun Posko Siaga Covid-19 Tingkat Kecamatan Welak di Wol dalam rangka menjaring saudara-saudara kita yang melakukan perjalanan dari zona merah. Kami menetapkan Wol sebagai posko bersama, karena pintu masuk orang yang datang dari zona merah kebanyakan melalui Labuan Bajo lalu naik ke Wol baru tersebar di semua desa di Welak,”kata Camat Welak, Feliks Janggur kepada media ini via telepon selulernya, Selasa (21/4/2020).
Posko itu merupakan tim terpadu dari Pemerintah Kecamatan Welak, TNI/Polri, dan Puskesmas Orong untuk melakukan pendataan dan pemeriksaan suhu badan bagi semua orang yang datang dari daerah terpapar.
Setelah didata dan diperiksa suhu badannya, selanjutnya dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan petugas kesehatan yang ada di desa untuk tetap dipantaui kesehatannya selama 14 hari ke depan, kata Camat Feliks.
Ditanya berapa jumlah pelaku perjalanan dari tempat terjangkit (P2T2) atau daerah zona merah dari luar NTT yang sudah didata di posko pintu masuk Wol hingga Selasa (21/4/2020) kemarin, jawab Camat Feliks, sekitar 200-an orang tersebar di 16 desa di Welak.

Semua yang terdata itu, menurut dia, belum ada yang berstatus Orang Dalam Pemantuan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kecuali yang satu PDP asal Lale berinisial M.W yang datang dari Nusa Tenggara Barat (NTB) tanggal 9 April 2020 lalu, dan sekarang sedang menjalankan isolasi mandiri di rumahnya. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis yang dipantau setiap hari, kondisi kesehatan PDP tersebut semakin hari semakin membaik.
“Kami minta masyarakat untuk melakukan langkah-langkah yang membangun kekebalan tubuh, seperti makan makanan yang bernilai gizi, makan halia, dan kunyit untuk mencegah masuknya virus yang mematikan itu,” imbuhnya.
Begitu pun setiap toko-toko, dan kios-kios yang tersebar di semua desa di Welak, dia ingatkan, untuk selalu menyiapkan ember berkran untuk mencuci tangan di tempat usahanya masing-masing, sehingga setiap pengunjung yang datang sebelum belanja wajib mencuci tangan terlebih dahulu. (ade)



