KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Mengantisipasi bencana alam di Nusa Tenggara Timur pada musim hujan sekarang ini, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Provinsi Nusa Tenggara Timur (BWS NT II NTT ) sudah menyiagakan dua posko penanggulangan bencana di dua tempat, yakni Kota Kupang dan Maumere.
“Kami sudah menyiagakan dua posko penanggulangan bencana sejak bulan lalu masing-masing di Kota Kupang dan Kota Maumere, Kabupaten Sikka, ” kata Kepala BWS NT II Provinsi NTT, Ir. Agus Sosiawan,M.T didampingi Kasi OP BWS NT II NTT, Yohanes Harapan kepada wartawan di Kupang, Kamis (9/1/2020).
Dua posko penanggulangan bencana yang disiagakannya itu, sudah dilengkapi sarana dan prasarananya masing –masing di Kota Kupang ada 5 unit ekskavator, dan 2 unit dump truck selalu stand by 1 X 24 jam. Begitupun posko di Maumere sudah disiapkan satu unit ekskavator dan 1 unit dump truck.
“Jadi, kalau sewaktu-waktu terjadi bencana, dengan kekuatan tim dan peralatan yang ada, kami siap membantunya,” kata Agus. Bencana yang paling dominan terjadi di NTT, menurut dia, banjir dan tanah longsor.
Sampai hari ini belum ada laporan yang signifikan terkait bencana alam yang diterimanya,baik dari masyarakat maupun Pemda di NTT, kecuali banjir yang merusaki salah satu jembatan darurat yang menghubungi lalu lintas angkutan pedesaan di Kabupaten Sikka seperti yang disampaikan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi belum lama ini,,dan sekarang sudah tertangani.
“Intinya, tim dan peralatan kita selalu siaga 1 X 24 jam. Kita juga sudah mendapat instruksi dari Menteri PUPR dimana semua pejabat dilarang untuk cuti sejak Januari –Maret 2020. Contohnya, saya sendiri bersama teman-teman Satker, PPK, dan para kepala seksi selama liburan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020 selalu stand bydi kantor untuk menjaga NTT dari bencana banjir dan tanah longsor,” ujarnya.
Selama musim hujan ini, ia berjanji, selalu berada di tempat untuk melakukan koordinasi dengan lintas intansi pemerintah provinsi, kabupaten/kota di NTT jika sewaktu –waktu terjadi bencana alam.(ade)



