Categories Polkam

Bupati Lede Hadiri Rakor LSRKS Kabupaten Kupang di Kementerian ATR/BPN RI

JAKARTA, NTT PEMBARUAN.id – Bupati Kupang, Yosef Lede dan Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Rencana Kawasan Strategis (Rakor LSRKS) Kabupaten Kupang di Kementerian Agraria Tata Ruang di Jakarta, Rabu (16/9-2026).

Rakor Lintas Sektor Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kementerian ATR/BPN dilaksanakan dalam rangka membahas dan menyetujui substansi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai RTRW atau Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) daerah.

Selain Kabupaten Kupang turut dalam Rakor Linsek tersebut Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Pegunungan Arfak, Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I, Rahma Julianti, S.T., M.Sc dan

Kepala Subdirektorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II.D, Dr. Vevin Syoviawati Adiwijaya, S.T., M.Sc.

Turut hadir Sekda Kabupaten Kupang, Mateldi Sanam, Asisten 3 Sekda Kabupaten Kupang, Juhardi Selan, dan Kadis PUPR Kabupaten Kupang, Tonci Teuf.

Bupati Kupang, Yosef Lede dalam paparannya mengatakan, Kabupaten Kupang memiliki potensi wilayah yang sangat besar dalam berbagai bidang, baik pertanian, peternakan, pariwisata, hingga pemukiman dan industri yang perlu diatur dengan baik.

Pengembangan pembangunan menjadi salah satu langkah mewujudkan Kabupaten Kupang Emas.

Orang nomor satu di Kabupaten Kupang itu berharap penataan perkotaan Oelamasi bisa dilakukan dengan baik, membangun pusat-pusat bisnis, ekonomi, pendidikan, pariwisata, pemukiman dan pemerintahan yang baik.

“Saya akui, Kabupaten Kupang sudah memekarkan 3 kabupaten, namun sebagai ibu yang melahirkan, perlu menata kehidupan dan tatanan wilayah yang baik,” ungkap Bupati Yosef.

Dia menyoroti wilayah domisili masyarakat yang masuk wilayah hutan agar dapat ditata dan diatur,seperti Kawasan Industri Bolok perlu diatur kembali secara bijaksana.

Selain itu beberapa langkah seperti memperkuat usulan pembangunan Bandara di wilayah Kupang Tengah/Kupang Timur yang lebih representatif, strategis dan mudah diakses masyarakat, pemekaran wilayah DOB Amfoang, termasuk penguatan potensi wisata seperti di Semau yang akan dibangun patung Kristus tertinggi di dunia, lapangan golf besar di Semau Selatan, Savana Amfoang Tengah dan Selatan, Obsevatorium hingga kawasan industri.

Potensi-potensi yang ada itu, menurut dia, perlu diatur secara baik RTRW-nya, sehingga memberikan asas manfaat bagi masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas menekankan pentingnya penyusunan RTRW yang baik, sehingga terlaksana sesuai kearifan lokal.

“Kami berharap dapat menghasilkan RTRW yang berkualitas, berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya. Dirinya mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh Pemda dan Kementerian ATR BPN, sehingga kegiatan Linsek bisa berjalan baik.

Pejabat Fungsional Penata Ruang Ahli Utama Dirjen Tata Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Ir. Gabriel Triwibawa, M.Eng.Sc, mengatakan, melalui Rapat Lintas Sektor (Linsek) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kementerian ATR/BPN terbentuk penataan Kawasan Strategis di Kabupaten Kupang, Flotim dan Arfak yang baik sesuai yang diharapkan.

Ia yakin, melalui penataan ini akan memperhatikan arah pembangunan dan usulan yang dipaparkan.

“Kita harapkan melalui Rakor Linsek hari ini menjadi fondasi dasar terwujudnya tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik, maju dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Rancangan ini sebagai fondasi dasar Kabupaten Kupang untuk membangun peradapan dan kehidupan yang akan datang.

Terus bergerak untuk menyiapkan tata pembangunanv yang baik, sehingga bisa atur secara baik. Potensi, isu permasalahan dan strategis paling diketahui oleh pemilik daerah itu sendiri. (red/*)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya