MAUMERE, NTT PEMBARUAN.id- Kolaborasi inspiratif Universitas Muhammadiyah Maumere (UMM) dan SMP Negeri Reroroja menghadirkan Pesantren Ramadan 1447 H yang sarat makna dan pembinaan karakter.
Atmosfer Ramadan 1447 Hijriah terasa lebih hidup dan bermakna bagi para siswa SMP Negeri Reroroja melalui penyelenggaraan Pesantren Ramadan yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 27–28 Februari 2026.
Kegiatan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Maumere ini menjadi momentum istimewa dalam membina iman dan membentuk karakter generasi muda secara lebih terarah dan mendalam.
Acara ini dimulai Jumat (27/2/2026) pukul 14.00 Wita hingga berakhir Sabtu (28/2/2026) pukul 16.00 Wita.
Semua rangkaian kegiatan berjalan tertib, penuh semangat, dan sarat nilai spiritual.
Pesantren Ramadan 1447 H ini merupakan hasil sinergi antara SMP Negeri Reroroja dan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPAIK) Universitas Muhammadiyah Maumere. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam menghadirkan ruang pembinaan yang tidak hanya memperkuat aspek akademik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual serta akhlak mulia pada peserta didik.
Sebanyak 13 siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan kesiapan hati.
Kegiatan ini mengusung tema “Iman Bertumbuh, Iman Bertambah, Akhlak Makin Keren”, .
Pesantren Ramadan ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda rutin tahunan, melainkan sebagai wahana pembinaan rohani yang menyentuh sisi terdalam peserta.
Sejak pembukaan, nuansa kebersamaan dan kekhidmatan begitu terasa, mencerminkan keseriusan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan ini.
Acara dibuka secara resmi dalam suasana yang penuh semangat. Kepala LPPAIK Universitas Muhammadiyah Maumere, Ustaz Abdul Gadri Jihad, S.Sos., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk membangun fondasi iman dan karakter generasi muda.
Ia menegaskan bahwa pembinaan tidak cukup hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus menanamkan nilai spiritual dan akhlak yang kokoh. Menurutnya, bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai keislaman melalui proses pembiasaan dan keteladanan.
Hal senada disampaikan Kepala SMP Negeri Reroroja, Nurfitriah Safrudin, M.Pd., yang mendorong para siswa agar mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan kesungguhan dan keterbukaan.
Ia berharap para peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pelaku aktif dalam setiap sesi.
Pengalaman selama dua hari ini, menurutnya, diharapkan menjadi titik awal terbentuknya kebiasaan ibadah yang lebih disiplin dan sikap hidup yang lebih bertanggung jawab.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi keislaman yang disusun secara sistematis dan dikemas secara interaktif.
Materi meliputi penguatan akidah, pembiasaan ibadah harian, tilawah Al-Qur’an, hingga sesi motivasi dan refleksi diri.
Metode penyampaian tidak terbatas pada ceramah, tetapi juga diskusi kelompok, praktik langsung, serta evaluasi bersama. Pendekatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memperdalam proses pembinaan, peserta dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa dan mahasiswi Tahfidz Al-Qur’an Universitas Muhammadiyah Maumere. Pendampingan ini memungkinkan proses bimbingan berjalan lebih intensif dan personal, baik dalam praktik ibadah, hafalan Al-Qur’an, maupun pembinaan akhlak. Interaksi yang terjalin pun menjadi lebih akrab dan efektif, sehingga siswa merasa lebih nyaman untuk bertanya, berdiskusi, serta mengevaluasi diri.
Sekretaris LPPAIK Universitas Muhammadiyah Maumere, Hardian, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Pesantren Ramadan ini memiliki visi pembinaan jangka panjang.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang pembinaan rohani yang dirancang untuk benar-benar membentuk karakter peserta didik.
Harapannya, iman para siswa tumbuh dengan kesadaran, bertambah melalui pemahaman yang benar, dan tercermin nyata dalam akhlak yang santun, disiplin, serta bertanggung jawab.
Secara keseluruhan, Pesantren Ramadan 1447 H ini bertujuan menumbuhkan dan memperkuat keimanan peserta didik sekaligus membentuk pribadi yang berakhlak mulia.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran spiritual, menanamkan kedisiplinan dalam beribadah, serta membangun nilai tanggung jawab, kepedulian, dan kebersamaan.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan terus berkembang dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan.
Sinergi antara SMP Negeri Reroroja dan Universitas Muhammadiyah Maumere melalui LPPAIK diharapkan semakin erat, dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa pendamping agar pembinaan berjalan lebih luas dan berdampak.
Dari kegiatan ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman, matang dalam kepribadian, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan mereka. (red/*)



