WAINGAPU, NTT PEMBARUAN.id – Korban Sofiana Temba Kanggu (46) jenis kelamin perempuan, asal Reti Jawa RT 005/RW003 Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan terbawa banjir saat mencuci pakaian di Sungai Mondu, Minggu (22/2/2026).
Kabar kehilangan korban ini disampaikan dalam rilis Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang yang diterima media ini, Minggu (22/2/2026).
Minggu, 22 Februari 2026 pukul 15.30 Wita, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang menerima laporan Kepala Desa Mondu, Geraid soal kehilangan korban.
Dari laporan yang diterima, korban Sofiana Temba Kanggu (46), Warga Reti Jawa RT 005/RW003, Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pergi ke Sungai Mondu, Minggu, 22 Februari 2026 sekitar pukul 09.00 Wita untuk mencuci pakaian. Sekitar 30 menit kemudian, suami korban menyusul ke sungai.
Setibanya di sungai, suami korban hanya menemukan barang-barang cucian milik korban. Suami korban kemudian berupaya melakukan pencarian di sekitar sungai, namun korban tidak ditemukan.
Upaya pencarian selanjutnya dilakukan bersama warga setempat, tetapi hingga saat laporan diteruskan hasilnya masih nihil.
Melalui Kepala Desa Mondu, informasi tersebut kemudian disampaikan ke Pos SAR Waingapu untuk permintaan bantuan Operasi SAR.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 15.50 Wita, Tim Rescue Pos SAR Waingapu yang terdiri dari 10 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan 1 unit Rescue Car dilengkapi peralatan SAR pendukung untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
Hingga Minggu, 22 Februari 2026 pukul 18.40 Wita, Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian menggunakan Aqua Eye dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan hasil sementara masih nihil.
Operasi SAR akan dilanjutkan kembali pada Senin pagi, 23 Februari 2026 pukul 07.00 Wita melibatkan unsur SAR Gabungan dari Pos SAR Waingapu, BPBD Sumba Timur, Polsek Haharu, Posal Waingapu, Polair Waingapu, masyarakat dan keluarga korban.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang akan terus memberikan pembaruan informasi terkait perkembangan operasi pencarian.(red/*)



