Categories Humaniora

Memeriahkan HUT Ke-80 RI, SMKN 6 Kupang Gelar Berbagai Lomba

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id- Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2025, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Kupang menggelar berbagai lomba.

Lomba yang digelar oleh sekolah seperti lomba bola voli campuran 3 putra dan 3 putri.

Lomba genta belis berupa cerdas cermat dan menulis cerpen dengan tema HUT RI.

Selanjutnya, lomba LKS, lomba paduan suara antar jurusan (peserta 25 orang) dengan lagu wajib 17 Agustus dan lagu daerah NTT.

Lomba senam anak Indonesia hebat antar jurusan (peserta 15 orang campuran laki-laki dan perempuan).

Masih dalam rangkaian kegiatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, SMK Negeri 6 Kupang juga mengikuti lomba yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, seperti lomba gerak jalan, lomba paduan suara, lomba line dance dan mengikuti kegiatan pramuka.

Di puncak acara, 17 Agustus 2025 dilangsungkan upacara bendera di halaman sekolah tersebut dengan pembina upacara Kepala SMK Negeri 6 Kupang, Asa Manason Lahtang, S.Pd, M.Pd.

Setelah upacara diberikan penghargaan khusus kepada dua orang guru masing-masing, Bernadus Leo,S.Pd,M.Pdk yang telah memasuki purnabakti dan Rafael Kota,S.Pd yang sudah dimutasi ke SMA Negeri 3 Kupang.

Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Bendahara IPP SMK Negeri 6 Kupang, Fatimah yang telah melaksanakan tugasnya secara profesional.

Di hari yang sama juga, para pemenang lomba diberi hadiah dan penghargaan dari pihak sekolah.

Momen Refleksi

Kolase upacara hut ke 80 ri di smkn 6 kupang

Kepala SMK Negeri 6 Kupang, Asa Manason Lahtang, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI adalah sebuah momentum refleksi untuk menyenang kembali perjuangan para pendahulu bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

“80 tahun yang lalu, bangsa Indonesia merebut kemerdekaan dari tangan penjajah yang menjajah kita, baik secara fisik maupun psikis. Banyak nyawa dan harta yang melayang. Banyak juga tenaga dan pikiran yang dikorban untuk meraih kemerdekaan dari tangan penjajah,” urainya.

Namun, dalam mengisi kemerdekaan saat ini, menurut dia, masih ada tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang-orang atau kelompok tertentu yang selalu membatasi kemerdekaan atau hak kepribadian orang lain, masih terjadi anarkis, intoleransi, persekusi, pelecehan sex terhadap anak dan perempuan serta tindakan-tindakan non kemanusiaan lainnya.

“Tindakan-tindakan seperti itu harus kita lawan. Kita merdeka dalam belajar, kita merdeka dalam berekspresi, kita merdeka yang tidak mengganggu orang lain, kita merdeka dengan menghargai perbedaan, berbeda-beda suku, agama, bahasa dan ras, kita tetap satu kesatuan yang utuh dalam bingkai keluarga besar SMK Negeri 6 Kupang. Kurang lebih 4 tahun, saya bersama teman-teman guru dan semua pegawai telah melakukan berbagai terobosan untuk membangun sekolah ini. Semakin hari, kita melihat progres yang luar biasa,” pungkasnya.

Atas keberhasilan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga SMK Negeri 6 Kupang, mulai dari guru-guru, para pegawai, dan para siswa/i yang telah bekerja keras bergandengan tangan membangun sekolah ini, sehingga semakin hari semakin lebih baik. (red)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya