KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur di triwulan II Tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 7.54 persen jika dibandingkan dengan triwulan I Tahun 2025.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Matamira B. Kale via daring, Selasa (5/8/2025).
Dibandingkan triwulan I, tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 21,55 persen, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 14,15 persen, dan lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,44 persen.
Sementara untuk lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan terendah yaitu lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang mengalami kontraksi sebesar 7,82 persen, lapangan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang yang terkontraksi sebesar 7,69 persen, dan lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang tumbuh 0,40 persen.
Pertumbuhan ekonomi NTT triwulan II 2025 terhadap triwulan I 2025 juga disebabkan oleh pertumbuhan positif yang terjadi di sebagian besar komponen pengeluaran.
Komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 63,53 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 60,07 persen.
Sementara jika perhitungannya dilihat secara year on year (yoy), pertumbuhan ekonomi NTT naik 5,44 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.
Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yaitu sebesar 12,90 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 39,89 persen.
Untuk faktor Struktur Ekonomi NTT pada triwulan II-2025 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi sebesar 30,48 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 64,87 persen. (ris)




