KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Rumah kemasan yang dibangun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT untuk menjawab persoalan packing yang selama ini dialami oleh UMKM di NTT.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (3/7/2025).
“Banyak UMKM kita sudah menghasilkan produk, tapi lemah di kemasan,” ungkap Mantan Kadis Pariwisata NTT ini.
Kata Sony, selama ini, mereka (para UMKM) datangkan kemasan dari Surabaya dengan harga mahal.
Kalau pun kemasannya tidak didatangkan dari Surabaya, lanjut dia, maka produk yang kualitas bagus sekalipun hanya dibungkus menggunakan plastik hitam.
Karena nilai pikat dari bungkusannya tidak menarik, maka harga produk yang seharusnya mahal akhirnya menjadi murah.
Ia berharap, dengan adanya rumah kemasan itu nanti, semua produk lokal dari kabupaten/kota di NTT sebelum dijual bisa dibawa ke rumah kemasan di Kota Kupang untuk dilakukan packing.
Ia optimis, dengan kualitas produk yang bagus ditambah daya pikat bungkusan yang menarik bisa dijual dengan harga mahal.

Karena itu, ia minta PPK Pembangunan Rumah Kemasan untuk segera dilakukan PHO dengan tetap memperhatikan kondisi fisik gedung 100 persen dan 9 unit mesin kemasan dipastikan dalam kondisi baik, sehingga bisa difungsikan dalam waktu dekat ini.
Selai itu, ia juga minta PPK dan kontraktor yang mengerjakan bangunan rumah kemasan itu, untuk memberi pelatihan kepada pegawainya, sehingga setelah dilakukan PHO mereka bisa mengoperasikan semua mesin yang ada. (red)



