Categories Ekbis

Ana Kolin Tinjau Proyek Jalan dan Jembatan Bliko

LARANTUKA, NTT PEMBARUAN.id— Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur, Ana Waha Kolin, meminta agar pelaksana proyek peningkatan jalan dan pembangunan Jembatan Bliko di Kabupaten Flores Timur memprioritaskan tenaga kerja lokal, terutama di tengah tekanan ekonomi saat ini.

Permintaan itu disampaikan Ana saat meninjau lokasi pembangunan Jembatan Bliko di Kecamatan Wotanulumado, Adonara, Selasa (17/6/2025).

Ia menekankan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam pelaksanaan proyek.

“Di dalam proyek jalan dan jembatan ini ada pekerjaan minor dengan volume sekitar 4.000 kubik. Pekerjaan ini bisa dikerjakan oleh warga lokal dari Adonara. Saya minta penyedia jasa mengakomodasi mereka,” ujarnya.

Ana juga mengingatkan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai desain dan jadwal yang telah ditetapkan demi menjamin kualitas infrastruktur yang akan dimanfaatkan masyarakat. Ia menyebut desain dalam e-katalog cukup baik dan berharap proyek diselesaikan tepat waktu.

“Pekerjaan harus selesai sesuai kalender kerja agar masyarakat segera bisa memanfaatkannya,” tambah Ana.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Robert Da Costa, menjelaskan bahwa proyek peningkatan jalan Hurung–Ile Pati–Demondei dan penggantian Jembatan Bliko menghabiskan anggaran sebesar Rp 76,6 miliar yang bersumber dari APBN 2025.

Proyek jalan senilai Rp 56,39 miliar dikerjakan berdasarkan Kontrak Nomor: HK.02.03/Bb10.8.5/140 tertanggal 12 Juni 2025. Pekerjaan ini ditangani oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV NTT.

Masa pelaksanaan proyek selama 202 hari kalender, ditambah masa pemeliharaan selama satu tahun. PT Kurnia Mulia Mandiri menjadi kontraktor pelaksana, dengan pengawasan dari internal BPJN NTT.

Sementara proyek penggantian Jembatan Bliko, berdasarkan Kontrak Nomor: HK.02.03.BB10.8.6/225 tertanggal 24 April 2025, menelan biaya Rp 18,21 miliar. Pelaksana proyek tetap dipercayakan kepada PT Kurnia Mulia Mandiri dengan pengawasan dari PT Diantama Reksanusa KSO.

Kontraktor pelaksana, Dedy Aryanto dari PT Kurnia Mulia Mandiri, menjelaskan bahwa proyek jalan memiliki panjang 10,292 kilometer dengan lebar 5,5 meter dan bahu jalan masing-masing 1 meter di kiri dan kanan.

“Plat deker kami gunakan ukuran 1×1 dan 2×2, menggunakan box culvert dari Wika. Proyek ini ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025,” kata Dedy.

Ia memastikan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek ini, mengingat banyaknya volume bangunan pelengkap.

“Ada 10 ekskavator, sebagian dari Lembata dan Solor menuju Adonara. Dump truk yang tersedia sebanyak 16 unit. Kami melibatkan anak-anak lokal Adonara,” ujarnya.

Untuk proyek jembatan, Dedy menyebutkan bahwa karena kompleksitas pekerjaan fondasi sumuran sedalam 4 meter dan diameter 4 meter, akan digunakan tenaga profesional. Material utama jembatan akan didatangkan dari Wika Beton di Pasuruan dan tiba melalui Pelabuhan Tabilota, Adonara.

“Panjang jembatan 35 meter, lebar 7 meter, ditambah bahu 1 meter di kedua sisi, sehingga total lebar mencapai 9 meter,” tutupnya. (red)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya