Categories Humaniora

Di Masjid K.H. Ahmad Dahlan Muhammadiyah Kupang, 350 Penerima Manfaat Kebagian Daging Kurban

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Sebanyak 350 penerima manfaat kebagian daging kurban dari Masjid K.H Ahmad Dahlan Muhammadiyah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Hari Raya Idul Adha 1446 H yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid K.H. Ahmad Dahlan Muhammadiyah Kupang tahun ini berlangsung selama dua hari, mulai Jumat, 6 Juni 2025 sampai Sabtu, 7 Juni 2025.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Hari Raya Idul Adha 1446 H Tingkat Masjid K.H Ahmad Dahlan Muhammadiyah Kota Kupang Tahun 2025, Idris Amali kepada wartawan di sela-sela pembagian daging kurban di lokasi Masjid tersebut, Sabtu (7/6/2025).

Idris menjelaskan, keputusan memperpanjang waktu penyembelihan hewan kurban hingga hari kedua itu untuk menyesuaikan dengan waktu yang terbatas pada hari Jumat, 6 Juni 2025.

“Mengingat kemarin (Jumat,6 Juni 2025,red) bertepatan dengan Sholat Jumat, sehingga waktu pelaksanaannya cukup sempit. Karena itu, hari ini, Sabtu (7/6/2025), kami lanjut lagi agar pelaksanaannya lebih leluasa,” jelas Idris.

Pada tahun ini, total hewan kurban yang disembelih di Masjid K.H Ahmad Dahlan Muhammadiyah Kota Kupang sebanyak 12 ekor terdiri dari 8 ekor sapi dan 4 ekor kambing.

Beberapa diantaranya merupakan sumbangan dari instansi pemerintah dan lembaga-lembaga sosial.

“Ada sumbangan dari Pemkot Kupang, yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Selain itu, ada dari BSI, BRI, Kementerian Pendidikan, Muhammadiyah Kupang sendiri, dan satu dari masyarakat umum,” sebut Idris.

Proses penyembelihannya sendiri dilakukan sesuai prosedur dan pengawasan ketat dari dokter hewan untuk memastikan kualitas dan kelayakan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat.

“Kita pastikan daging yang dibagikan layak konsumsi, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat,” ujar Idris.

Terkait distribusi, panitia menargetkan 350 penerima manfaat dengan prioritas kepada Jemaah Masjid, warga sekitar tanpa membedakan latar belakang agama termasuk Mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah Kupang.

Menurut Idris, pelaksanaan kurban bukan hanya tentang membagikan daging, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai agama dan toleransi di masyarakat.

“Kurban ini, kita jadikan sebagai hadiah bagi saudara/i kita dari kalangan non-Muslim, sebagai bentuk silaturahim dan upaya menjaga toleransi antar umat beragama. Ini juga bagian dari pemahaman bahwa kasih dalam Kristen dan rahmat dalam Islam bisa berjalan seiring,” ungkapnya.

Ketua Panitia Pelaksana Hari Raya Idul Adha 1446 H Tingkat Masjid K.H Ahmad Dahlan, Idris Amali. (Foto: Rian Seda/NTT Pembaruan)

Ia juga menekankan pentingnya momen kurban sebagai media edukasi sosial dan spiritual bagi generasi muda.

“Anak-anak bisa belajar nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama,” terangnya.

Secara teknis, panitia mengaku tidak menghadapi kendala karena seluruh proses telah dipersiapkan dengan matang, mulai dari logistik hingga teknis pemotongan hewan.

Menutup pernyataannya, Idris Amali berharap, momen Idul Adha ini dapat memperkuat solidaritas sosial dan nilai-nilai keagamaan.

“Mari, kita jadikan kurban sebagai momentum membangun kebersamaan lintas iman dan memperkuat nilai sosial di masyarakat kita,” imbuhnya. (ris)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya