KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang secara nasionalnya jatuh pada hari Minggu, 1 Juni 2025, namun karena bertepatan dengan hari libur, maka di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru terlaksana pada Senin, 2 Juni 2025.
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di Kota Kupang bertempat di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang dengan Inspektur Upacaranya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Hadir dalam upacara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Aldinan R.J.H. Manurung, S.H., S.I.K., M.Si., Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H dan Kasdim 1604/Kupang Letkol Czi Sunardi.
Hadir pula para pejabat yang mewakili Danlantamal VII Kupang, Danlanud El Tari Kupang, unsur Forkopimda dari Pengadilan Negeri Kelas I A Kupang, Kejaksaan Negeri Kupang, para Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Lurah, Direktris RSUD S.K. Lerik, jajaran Direksi BUMD Kota Kupang, para Anggota TNI dan ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang.
Upacara dimulai dengan pengibaran bendera merah putih oleh 10 Anggota Paskibraka Kota Kupang Tahun 2024. Komandan peleton, Aldo Loudoe dari SMK Negeri 1 Kupang, memimpin rekan-rekannya, dengan pembawa bendera, Nesia Thung dari SMA Negeri 3 Kupang. Pengibar lainnya adalah Joun Christian Kim (SMA Negeri 1 Kupang), Arjun Dasilva Niab (SMA Kristen Mercusuar), dan Ignasius Barros (SMA Negeri 4 Kupang).
Komandan upacara dipercayakan kepada Mayor Inf. Agus Rianto (Pasi Ops Kodim 1604 Kupang), sedangkan perwira upacara adalah Mayor C.A.J. Oktavian Histyanton (Pasi Pers Kodim 1604 Kupang).
Dalam amanatnya, Wali Kota Kupang, dr.Christian Widodo membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan, Pancasila bukan sekadar teks historis, melainkan jiwa bangsa dan penuntun dalam pembangunan Indonesia ke depan. Nilai-nilai Pancasila harus diinternalisasi di semua lini seperti pendidikan, birokrasi, ekonomi hingga ruang digital. Pemerintah juga didorong untuk menjadikan pelayanan publik sebagai refleksi nyata dari keadilan sosial dan gotong royong.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo menegaskan, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kerja nyata.
Ia menyebutkan, Pancasila “hidup” ketika pemerintah melayani tanpa pamrih, menolong tanpa diminta, dan menjadi bermakna bagi sesama. “Nilai-nilai Pancasila harus hadir di setiap proses pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut juga, Wali Kota Kupang, Christian Widodo memaparkan capaian dan arah kebijakan 100 hari pertama kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis. Salah satu program prioritas adalah reformasi sistem pengelolaan sampah secara terpadu dan berkelanjutan. Sebuah roadmap sedang disusun untuk mengubah paradigma lama yang hanya membuang ke TPA Alak, menuju sistem pengolahan berbasis wilayah kecamatan melalui pembangunan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu).
Setiap RT berjumlah 1.347 KK akan memiliki kontainer sampah sendiri, dilengkapi dengan papan informasi jadwal angkut dan arah lokasi.
“85 persen sampah akan diolah di kecamatan, hanya residu yang akan dibuang ke TPA. Ini jawaban atas teguran untuk segera menutup sistem open dumping di TPA Alak,” jelasnya.
Ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dalam kerja bakti massal pada 23 Mei 2025 lalu.
“Budaya bersih tidak bisa dibangun hanya dengan sistem. Edukasi dan partisipasi masyarakat adalah kunci. Kita bangkitkan dua sisi, yaitu budaya dan infrastruktur,” katanya.
Lomba kebersihan antar kelurahan dan kecamatan juga telah dicanangkan. Enam pemenang akan diumumkan pada 14 Agustus 2025 mendatang, tepat di akhir 100 hari kerja, dengan hadiah berupa program pembangunan dari Musrenbang sebesar Rp 1miliar per kelurahan terbaik.
Di sektor birokrasi, ia menekankan reformasi bukan semata rotasi dan mutasi, tetapi pemenuhan hak-hak ASN.
Sejak Tahun 2025, untuk pertama kalinya TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) dibayarkan tepat waktu tiap bulan.
“Kita tidak bisa menuntut kinerja optimal jika hak pegawai tidak terpenuhi,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pada 26 Mei 2025 sebanyak 1.747 PPPK Formasi 2024 Tahap I telah menerima SK pengangkatan.
“Saya menunggu lima jam di Kemendagri agar SK NIP mereka bisa dipercepat. Ini bentuk keberpihakan kami terhadap mereka yang sudah dua bulan belum menerima gaji,” kisahnya.
Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, beliau menyoroti peran festival budaya dan kegiatan kreatif sebagai pendorong pertumbuhan UMKM.
Salah satunya adalah Pawai Paskah yang berhasil melibatkan lebih dari 150 UMKM.
Kolaborasi juga dilakukan dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, dimana mahasiswa magang akan mendampingi legalisasi usaha 510 UMKM di kelurahan.
Di bidang sosial dan kesehatan, Pemkot telah menyediakan dana pengaman medis di RSUD S.K. Lerik untuk kondisi gawat darurat bagi warga kurang mampu yang tidak memiliki BPJS. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 10 liang lahat gratis per agama untuk keluarga kurang mampu, termasuk menyiapkan bantuan sosial beras 20 kg per kepala keluarga kurang mampu.
“Kami ingin nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam pemerintahan kami. Dari data kami, 15–20% janji kampanye telah kami penuhi dalam waktu kurang dari 100 hari,” ucapnya.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo mengajak seluruh jajarannya untuk menjadikan Pancasila sebagai napas dalam setiap kebijakan dan langkah pembangunan.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila ini harus menjadi momentum kebangkitan pelayanan publik yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
“Dirgahayu Pancasila! Jayalah Indonesiaku!” serunya dengan penuh semangat.
Usai upacara, acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis SK CPNS Formasi Tahun 2024 kepada 84 orang ASN baru, diwakili oleh Rhesa Ekaristi Agustiano Djami, S.Ak dan Katjie Anatjie Mariana Manafe, S.H.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. (red/*)



