PERINGATAN 200 Tahun Beata Maria Teresa Scrilli, Pendiri Kongregasi Bunda Karmel Istituto Di Nostra Signora Del Carmelo (INSC) ditandai dengan misa syukur yang dipimpin langsung oleh Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.
Misa syukur ini berlangsung di Biara Susteran Karmelit Institut Bunda Karmel, Sikumana, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (16/5/2025) mulai pukul 16.00 Wita.
Misa syukur ini dihadiri sejumlah pastor dan suster bersama 600 undangan terdiri dari undangan khusus dan umat Wilayah II (KUB Santa Maria Magdalena, KUB St.Tarsisius dan KUB Santa Theresia Kanak-Kanak Yesus).
Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni dalam homilinya mengajak umat untuk mengenang dan meneladani semangat hidup Beata Maria Teresa Scrilli.
Ia menyampaikan, sejak masa kanak-kanak, Beata Maria Teresa Scrilli telah menunjukkan tanda-tanda kesalehan luar biasa.
Kurangnya kasih sayang dari sang ibu dan penyakit serius yang dialaminya di usia 15 tahun tidak melemahkan semangatnya, justru membuat Maria Teresa semakin dekat dengan penderitaan dan salib Kristus.
Ia menjadikan penderitaan itu sebagai tindakan cinta, dan dari sana ia memilih motto hidupnya “Menceritakan Cinta Satire Dramore”.
Uskup Mgr. Hironimus juga menyoroti devosi Beata Teresa kepada sengsara Kristus, Ekaristi, dan Bunda Maria, yang ia anggap sebagai ibu rohaninya.
Uskup Hironimus menegaskan, bahwa kehidupan doa dan aksi Maria Teresa Scrilli menjadi teladan sempurna bagi kehidupan religius dan pelayanan kasih.
Pendidikan bagi kaum muda, terutama dari keluarga miskin, menjadi karya kerasulan utama kongregasi yang didirikannya.
Para suster mengikrarkan kaul keempat pelayanan penuh kasih dalam pendidikan moral Kristiani, terutama bagi anak-anak perempuan dan kaum wanita.
Mengakhiri homilinya, Uskup Hironimus berharap, agar semangat dan dedikasi Beata Maria Teresa Scrilli terus hidup dalam karya para suster di seluruh dunia.
“Darah Kristus, kasih agape, dan ajaran Yesus Kristus kiranya terus menjadi jiwa dalam pelayanan para suster. Kita berdoa agar komunitasnya tetap setia dalam misi dan panggilan mereka. Proficiat,” ujar Uskup Hironimus
Ketua Panitia, Octovianus Gollu Tena
Pada tempat yang sama, Ketua Panitia Peringatan 200 Tahun Kelahiran Beata Maria Teresa Scrilli, Octovianus Gollu Tena menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam menyukseskan peringatan yang sarat makna iman ini.
“Di hari istimewa penuh berkat ini, kita berkumpul untuk menghormati Sang Beata Suci. Tahun peringatan ini secara resmi dimulai pada 15 Mei 2024 dan telah diisi dengan berbagai kegiatan rohani dan sosial untuk menghayati warisan spiritual Beata Maria Scrilli,” ungkap Octovianus.
Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain, pembinaan Sekami, pendampingan iman bagi Orang Muda Katolik (OMK) serta penguatan Komunitas Umat Basis (KUB) di Wilayah II Paroki Santa Familia Sikumana.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut didampingi oleh para suster Karmel, sebagai wujud nyata dari semangat pelayanan dan pendidikan yang diwariskan Beata Maria Scrilli.
“Kita semua menyaksikan hasil pendampingan para suster dalam tarian dan paduan suara anak-anak tadi. Ini menjadi bukti nyata bahwa warisan Beata Maria Scrilli hidup dan tumbuh dalam komunitas kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut berkontribusi, mulai dari Keuskupan Agung Kupang, Pemerintah Provinsi NTT dan Kota Kupang, para donatur, tetangga sekitar, hingga pihak restoran yang mendukung penyediaan konsumsi.
Menutup sambutannya, Octovianus mengajak seluruh umat untuk membawa pulang tiga warisan berharga dari Beata Maria Teresa Scrilli yakni iman yang teguh, pengharapan yang menyala, dan pelayanan yang tulus.
“Semoga kita semua menjadi penerus cahaya teladan Beata Maria Teresa Scrilli di tengah dunia. Dalam segala hal, percayalah pada Tuhan yang baik dan jangan pernah kehilangan sukacita dalam melayaninya,” tutup Octovianus. (ris)



