Uskup Emeritus Mgr.Petrus Turang lahir pada 23 Februari 1947 di Tataaran, Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.
Beliau ditahbiskan menjadi Imam pada tanggal 18 Desember 1974.
Ia menjadi Uskup Agung Kupang sejak 1997 sampai 9 Maret 2024 (27 tahun).
Yang Mulia Uskup Emeritus Mgr.Petrus Turang menghembuskan nafas terakhir, 4 April 2025 pukul 06.20 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan dalam usia 77 tahun, 15 hari.
Motto beliau selama 27 tahun melakukan penggembalaan di Keuskupan Agung Kupang adalah “Keliling Sambil Berbuat Baik”.
Romo Siprianus Senda, Pr yang selama 2 tahun bersama YM Mgr. Petrus Turang menjadi Sekjen Keuskupan Agung Kupang mengaku sangat memahami karakter beliau.
Di mata Romo Sipri Senda, Mgr. Petrus Turang adalah seorang gembala yang baik yang penuh kasih.
“Memang beliau orang keras. Karakternya, memang seperti itu. Tapi, beliau memiliki hati yang lembut dan kebapaan yang peduli kepada kami para Imam,” kenang Romo Sipri Senda saat diwawancara media ini di sela -sela penjemputan Jenazah Mendiang Uskup Emeritus Mgr.Petrus Turang di Bandara El Tari Kupang, Sabtu (5/4/2025).
“Selama saya 2 tahun sebagai Sekjen bersama beliau di Sekretariat Keuskupan Agung Kupang, saya melihat, beliau sosok pekerja keras. Beliau suka membaca buku-buku baru kadang-kadang sampai jam 04.00 dini hari,” kesan Romo Sipri Senda mengenang kepergian YM Mgr.Petrus Turang.
Romo Sipri juga melihat banyak tulisan Mgr.Petrus Turang yang berbobot dengan refleksi mendalam.
“Dari beliau, saya belajar bagaimana bertanggungjawab dalam tugas untuk bekerja penuh disiplin. Contohnya, di surat Gembala Natal dan Paskah refleksinya sangat mendalam,” ujar Romo Sipri Senda.
Menurut Romo Sipri, YM Mgr.Petrus Turang juga penerjemah buku-buku, dimana
setiap dokumen gereja yang datang dari Vatikan, beliau terjemah duluan sebelum KWI.
“Ini yang saya lihat sesuatu yang luar biasa yang ada pada diri Mgr.Petrus Turang,” cetusnya.
Dalam memimpin, Romo Sipri melihat figur kepemimpinan Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang adalah sosok yang memperhatikan nasip para Imam dan umatnya.
Hal itu sejalan dengan latar belakang pendidikannya sosiologi pastoral dan mempunyai minat yang sangat besar terhadap pemberdayaan ekonomi umat.
Karena itu, ujar Romo Sipri, motto yang digunakan Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang dalam penggembalaannya selama di Keuskupan Agung Kupang, yakni Keliling Sambil Berbuat Baik.
Keliling untuk memberdayakan paroki-paroki di Wilayah Keuskupan Agung Kupang dan selalu menyampaikan kepada para pastor untuk utamakan karya-karya pastoral pengembangan sosial, dan ekonomi umat.
Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang juga ungkap Romo Sipri, sebagai perintis koperasi di berbagai tempat, baik di Kalimantan maupun di NTT.
“Yang menjadi panutan bagi saya dalam hal spritual, refleksi dan kepedulian kemanusiaan. Itu yang patut kita teladani, baik klerus maupun awam,” tutupnya.(red)




