KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakenoni mengatakan mendiang Mgr. Petrus Turang merupakan sosok yang tegas dan berprinsip.
Hal ini diungkapkan Uskup Hironimus ketika ditanya wartawan di Gereja Katedral Kristus Raja Kota Kupang terkait sosok Mgr. Petrus Turang semasa hidup, Sabtu (5/4/2025).
“Kalau beliau sudah katakan apa, maka harus segera dilakukan. Sikap tegas itu berpadu dengan hati yang kebapakan, sehingga walaupun ada perbedaan pendapat, semua bisa terselesaikan tanpa dendam,” jelasnya.
Uskup Agung Kupang juga menggambarkan almarhum sebagai seorang penggembala yang selama lebih dari 27 tahun telah mengabdikan diri dengan sepenuh hati, tidak hanya dalam tugas keagamaan tetapi juga dalam membangun kesejahteraan dan kerukunan di masyarakat.
“Beliau selalu pergi pulang, tidak pernah menetap di satu tempat, dan terus berjalan untuk menemui umat, masyarakat, serta tokoh-tokoh agama. Kiprahnya selama 27 tahun menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menyebarkan pesan kabar gembira dan membawa kerajaan Allah yang berlandaskan cinta kasih,” ujar Uskup Agung Kupang.
Mgr. Hironimus Pakenoni juga mengungkapkan bahwa selama masa pengabdiannya, Mgr. Petrus Turang selalu menjalin kerjasama erat dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tokoh umat, hingga masyarakat.
“Beliau tidak hanya fokus pada hal-hal rohani, tetapi juga mengutamakan kesejahteraan masyarakat melalui kerja sama yang konsisten. Hubungan harmonis yang terjalin selama 27 tahun membuat beliau sangat dikenal dan dihormati di berbagai wilayah, termasuk dalam momen penghormatan terakhir ketika jenazah beliau diarak oleh ribuan umat,” kenang Uskup Hironimus.
Kehadiran mendiang Mgr. Petrus Turang selama ini telah meninggalkan warisan yang mendalam. Semangatnya dalam mengabdikan diri, dengan selalu siap berkeliling dan menyebarkan pesan kebaikan, menjadi inspirasi bagi seluruh umat dan rekan-rekan imam.
“Kiprahnya adalah bukti nyata bahwa kesejahteraan tidak hanya soal hal-hal rohani, tetapi juga tentang kebersamaan, kerukunan, dan kerja nyata di tengah masyarakat. Warisan kebaikan yang beliau tinggalkan akan selalu hidup di hati umat.” ujar Mgr. Hironimus Pakenoni. (ris)



