Categories Polkam

400 Anggota PGRI NTT Ikut Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id- Sebanyak 400 orang anggota Persatuan Guru Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (PGRI NTT) mengikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dari Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) di Hotel Harper Kupang, Kamis (27/2/2025).

Empat Pilar Kebangsaan itu terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Acara ini dibuka dan ditutup oleh Ketua Badan Sosialisasi MPR/DPD RI asal NTT, Ir.Abraham Paul Liyanto yang juga salah satu pemateri dalam sosialisasi tersebut.

Sosialisasi yang dimoderator Ketua PGRI Provinsi NTT, Dr.Samuel Haning,S.H,M.H ini menghadirkan 5 narasumber, selain Ir.Abraham Paul Liyanto selaku ketua tim juga 4 teman lainnya.

Keempat rekannya itu masing-masing, Nurul Arifin, S.Sos, M.Si, Anggota DPR RI dari Partai Golkar Dapil Jabar I dengan materi Pancasila.

Materi Bhineka Tunggal Ika dibawakan oleh dr. Mufti Aimah Nurul Anam, Anggota DPR RI dari PDI-P Dapil Jatim II.

Materi NKRI dibawakan oleh Ir.Dwita Ria Gunadi, Anggota DPR RI dari Partai Gerindra asal Dapil Lampung II, dan materi tentang UUD 1945 dibawakan oleh Dr.Teras Narang,S.H, Anggota DPD RI Dapil Kalteng.

Ketua PGRI Provinsi NTT, Dr.Samuel Haning, S.H, M.H kepada wartawan setelah kegiatan itu menyebutkan, 400 peserta yang mengikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI itu gabungan para guru dan dosen di Kota Kupang.

Lalu mengapa hanya diambil dari Kota Kupang saja, jawab Samuel Haning, karena permintaan panitia juga terbatas.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama PGRI Provinsi NTT dengan MPR RI.

“Ini baru pertama kali, dan menjadi momen bersejarah bagi PGRI NTT,” kata Doktor Jebolan Universitas Islam Indonesia (UII) ini.

Setelah mengikuti sosialisasi ini, Mantan Rektor Universitas PGRI NTT ini mengharapkan kepada para peserta untuk bisa mengimplementasikan dengan baik ketika berhadapan dengan siswa atau mahasiswa di sekolah/kampusnya masing-masing.

Peserta Empat pilar pose bersama

Menjawab wartawan , apa hal-hal urgent yang perlu diperjuangkan PGRI NTT untuk kepentingan nasib guru dan dosen di NTT ke depan, jawab Sam Haning, yang diperjuangkan adalah kesejahteraan mereka, apa lagi mereka yang bertugas di daerah tertinggal, terdepan dan terluar ( 3 T).

Ia berjanji, untuk selalu memperhatikan guru-guru yang terzolimi dan haknya tersunat/dipotong.

“Tugas kami melindungi, memperjuangkan kesejahteraan para guru dan dosen, apa lagi mereka yang mengajar di daerah 3 T,” tutupnya. (red)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya