KUPANG, NTT PEMBARUAN.id–Sebanyak 19.650 paket bantuan pangan untuk Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah terbagi 100 persen.
Jumlah itu dibagi dalam dua tahap masing-masing tahap I, 9.825 KRS dan tahap II jumlahnya sama yang akhir pekan ini sudah terealisasi 100 persen, kata Direktur Utama (Dirut) PT.Rajawali Nusindo kepada media ini setelah menyerahkan bantuan pangan secara simbolis kepada 140 KRS di Kantor Lurah Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (4/10/2024).
Untuk NTT, lanjut dia, ada 438.408 paket bantuan pangan stunting dan sudah terbagi dalam dua tahap.
Kata Wahyu, bantuan pangan stunting ini merupakan program Pemerintah Pusat (Pempus) melalui BAPPENAS yang disalurkan melalui PT.Rajawali Nusindo kerjasama dengan PT.Pos Indonesia (Posindo).
Bantuan yang diberikan berupa protein seperti daging ayam 1 kg dan 10 butir telur/KRS.
Wahyu berharap, dengan bantuan tersebut dari tahun ke tahun bisa menurunkan angka stunting di NTT, sehingga masyarakat Indonesia lebih cerdas dan lebih hebat.
Karena itu, Holding BUMN Pangan ID FOOD melalui anak perusahaannya PT. Rajawali Nusindo memastikan penyaluran bantuan pangan penanganan stunting di Provinsi NTT terealisasi 100% pada awal Oktober 2024 ini.
Pada Tahun 2024, Provinsi NTT mendapat kuota bantuan pangan stunting berupa telur dan daging ayam sebanyak 438.408 paket. Jumlah tersebut disalurkan dalam 2 tahap.
“Pengiriman paket bantuan sebanyak 438.408 paket itu dilaksanakan dalam dua tahap dan akan selesai pada minggu ini,ujarnya.
Wahyu merinci, 438.408 paket bantuan tersebut disalurkan kepada 73 ribu Keluarga Risiko Stunting (KRS) di wilayah NTT berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). “Penyaluran dilakukan dalam 2 tahap, dimana setiap tahapannya disalurkan sebanyak 219 ribu paket,” sebutnya.
Penyaluran di Provinsi NTT pada setiap tahapan dilakukan di 7 kabupaten/kota, terdiri dari Atambua dengan kuota sebanyak 15.534 paket, Ende sebanyak 17.766 paket, Manggarai Barat 43.128 paket, Kupang 48.438 paket, Maumere 26.265 paket, SoE 24.294 paket dan Waingapu 43.779 paket. “Setiap paket terdiri dari 10 butir telur ayam dan 1 kg daging ayam,” jelas Wahyu.
Ia berharap, kerja sama penyaluran bantuan pangan tersebut dapat memenuhi asupan gizi bagi keluarga yang mempunyai balita rawan stunting serta bagi ibu hamil, sehingga dapat menurunkan tingkat prevalensi stunting di salah satu provinsi yang terletak di Indonesia Timur tersebut.
“Harapannya bantuan yang diberikan tersebut bisa bermanfaat dan bisa diolah untuk menambah asupan gizi bagi ibu hamil dan anak balita di wilayah NTT yang masuk ke dalam kategori rawan stunting,” katanya.
Seperti diketahui Stunting di Provinsi NTT merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup mendesak dan memerlukan perhatian serius. Berdasarkan berbagai laporan, NTT merupakan salah satu Provinsi kedua dengan angka stunting tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Papua Pegunungan.
Pada Tahun 2023 prevalensi stunting di Provinsi NTT sebesar 37,9 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa 37 hingga 38 dari 100 balita di Provinsi NTT mengalami stunting. Sementara berdasarkan data aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat per Februari 2024, prevalensi stunting di NTT sebesar 15,2 persen atau sebanyak 61.961 anak stunting.
Pada tempat yang sama, Deputy EGM KCU PT.Pos Indonesia (Posindo) Kupang, Nanang Mintah mengatakan, realisasi penyaluran bantuan pangan stunting di NTT Tahun 2024 hampir 100 %.
Kata Nanang, baik tahap I maupun tahap II semuanya terbagi tepat sasaran.
Sementara Lurah Alak, Ny. Marice Lasbaun,SE menyampaikan terima kasih kepada Pempus, PT. Rajawali Nusindo dan PT.Posindo yang telah menyerahkan bantuan pangan stunting untuk warganya.
“Kami hanya bisa berdoa supaya Tuhan selalu memberkati semua pihak yang memberi bantuan, terutama Pempus yang menyalurkan bantuan pangan stunting melalui PT. Rajawali Nusindo kerjasama PT. Posindo yang telah menjalankan tugasnya dengan baik dan memberi berkat banyak orang,”ungkap Marice.
Ucapan terima kasih serupa diungkapkan KRS Rosita Malafu.
Dengan bantuan itu, ia merasa senang karena bisa memenuhi kebutuhan keluarganya terutama menambah protein bagi anak mereka yang stunting.
Mudah-mudahan ke depannya masih ada lagi bantuan bagi keluarganya, harap Malafu. (red/*)



