KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo pada Rabu, 2 Oktober 2024.
Diharapkan, dengan diresmikannya Bendungan Temef dapat meningkatkan indeks penanaman kepada petani yang berada di sekitaran wilayah bendungan dan masyarakat TTS pada umumnya, harap Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dirjen SDA PUPR), Ir. Bob Arthur Lambogia, M.Si kepada wartawan seusai peresmian Bendungan Temef, Rabu (2/10/2024).
Ia menargetkan, dengan adanya Bendungan Temef dapat meningkatkan produksi hingga 250%.
“Dalam setahun, dengan total luas area sekitar 4.500 hektar dapat ditanami dua kali tanaman 100% dan sekali 50%,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan penyaluran air kepada petani direncanakan pada 6 Oktober mendatang.
Pada tempat yang sama, Kepala Desa Oenino, Yedith T.H. Nenobais mengatakan dengan adanya Bendungan Temef masyarakatnya tidak lagi kesusahan air bersih dan meningkatkan pariwisata.
“Dengan adanya Bendunga Temef, masyarakat di daerah hilir dapat berguna untuk irigasi, sementara kami di bagian hulu dapat menikmati air bersih,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini juga sementara dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dari Bendungan Temef, sehingga akan mengatasi kesulitan listrik di wilayah itu. (ris)



