Categories Daerah

Wabup Kupang Buka Kegiatan Analisis Situasi Aksi Konvergensi Stunting Tingkat Kabupaten Kupang

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id –Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe membuka kegiatan analisis situasi aksi konvergensi stunting Tingkat Kabupaten Kupang yang berlangsung di Hotel Neo Aston Kupang, Senin (28/3/2022).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pencegahan stunting menjadi prioritas pemerintah serta mengidentifikasi sumber pembiayaan untuk menyelenggarakan aksi integrasi dan menyusun rencana pembangunan dan anggaran daerah untuk penurunan stunting.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari, mulai tanggal 28 –29 Maret 2022.

“Kegiatan ini merupakan sebuah media inklusif untuk memetakan peran dan target kerja bagi kita yang berkaitan dengan penurunan stunting Tahun 2023,” ungkap Wabup Manafe.

Menurut Jerry Manafe, stunting merupakan satu hal yang menjadi perhatian khusus bagi Presiden dan Gubernur NTT.

“Kita harus berhati-hati dalam masalah stunting yang menjadi perhatian khusus di tingkat nasional,” pungkasnya.

Wabup Jerry berharap agar para narasumber berdialog bukan hanya berbicara dan selesai di sini tanpa ada hasil melainkan harus menyelesaikan masalah yang ada di lapangan. Terima kasih kepada para Camat dan Kades yang sudah hadir.

Sebagai Ketua Pelaksana Stunting Kabupaten Kupang, Jerry Manafe juga mengajak semua yang hadir untuk bekerja keras demi menurunkan stunting. “Saya yakin bahwa para Camat dan Kades akan bekerja dengan baik di lapangan, Bapedda, DP2KBP3A dan Dinkes hanya sebagai penghubung,” cetusnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dalam tataran global, stunting diinternalisasi dalam target tujuan kedua dalam tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu menghapuskan semua bentuk kekurangan gizi pada Tahun 2030 atau dengan kata lain angka stunting pada Tahun 2030 harus berada pada tingkat 0%.

Dalam skala nasional, berbagai kebijakan telah diambil seperti strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2018-2024 dan berbagai regulasi penurunan stunting secara berjenjang dibuat dan diimplementasikan sampai tingkat daerah. Target penurunan stunting sesuai RPJMN di Tahun 2022 yaitu 24,5% dan di Tahun 2024 diharapkan angka stunting nasional menurun hingga 14%. Sedangkan, untuk target RPJMD Kabupaten Kupang, Tahun 2022 angka stunting menurun menjadi 17,3% dan terus menurun hingga Tahun 2023 di kisaran 13%.

Manafe berharap, agar data penurunan stunting tidak hanya ada di kertas melainkan ada data otentik lapangan.

“Saya tidak mau data di Kabupaten Kupang berbeda dengan data dari pihak Provinsi. Data harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” harap dia.

Wabup Jerry juga menegaskan agar dari Posyandu, Pustu dan Puskesmas harus memiliki data yang kuat dalam penanganan stunting di Kabupaten Kupang.

Tidak hanya soal penanganan stunting, Manafe mengingatkan agar Dinkes dan OPD terkait juga harus turut memperhatikan gaji dari para kader Posyandu yang belum terbayarkan karena itu merupakan kelemahan dari para Kapus.

“Jika data sesuai dengan keadaan di lapangan maka keberhasilan akan nampak di situ. Ini menjadi perhatian para camat untuk kerja ekstra dalam pendataan penanganan stunting”, ujar Manafe.

” Untuk mencapai target penurunan stunting, kita semua berkumpul di tempat ini untuk mengembangkan program kita bersama yaitu Tikar Biru. Mari satukan semua daya upaya mengaktualisasi 4 kegiatan utama yaitu aksi bergizi, catin sehat, skrining mandiri dan on top service sebagai bentuk akselerasi menurunkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Kupang”, tutur Jerry.

Jerry Manafe berharap, melalui 4 aksi penting ini, para peserta jangan hanya mengikuti acara pembukaannya saja melainkan mengikuti penyampaian materi hingga selesai kegiatan agar bisa mengetahui kesulitan yang ada dalam penanganan stunting.

Harus ada keterbukaan, terlebih soal dana yang dipakai harus tepat sasaran.

Banyak OPD terkait yang acuh tak acuh dalam masalah stunting. Semua pihak terkait dalam aksi konvergensi penurunan stunting silahkan bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing- masing.

Perbaiki kembali sistem koordinasi yang selama ini dijalankan.

Review kembali target yang ada dalam rencana kerjanya agar lebih realistis dan progresif. Perluas lagi tindakan promotif agar masyarakat lebih mengenal stunting.

Wabup Jerry Manafe mengucapkan terima kasih atas kerja keras dari tim stunting sampai di desa dan kelurahan, para TPG dan KPM, serta seluruh mitra yang ada, yang telah bekerja keras menurunkan angka stunting di Kabupaten Kupang secara signifikan yaitu dari 41,40% di Tahun 2018 menjadi 22,3% di Tahun 2021. “Keberhasilan penurunan prevalensi angka stunting lebih dari setengah ini merupakan suatu prestasi dan bukti kolaborasi konkret dari kita semua. Namun, jangan terlena dan berpuas hati dengan hasil yang dicapai karena dari total 6.674 balita status pendek dan sangat pendek di Tahun 2021 meningkat menjadi 7.202 anak di Tahun 2022 dari 29.914 balita atau 24,14%. Artinya satu dari setiap empat anak di Kabupaten Kupang menderita stunting,” sebut Wabup Manafe.

Ada 5 kecamatan yang memiliki balita dengan angka stunting 35-44 %, yaitu Kecamatan Amfoang Barat Laut, Amarasi Timur, Amarasi Barat, Amfoang Barat Daya dan Fatuleu Tengah.

Untuk itu, para camat diminta untuk lebih bekerja keras mendampingi Kapus untuk menurunkan angka stunting.

Kepada semua pihak, Wabup Kupang meminta agar terus mendukung dan mengawal pelaksanaan percepatan penurunan stunting. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah harus bekerja sama dengan para OPD terkait dan kecamatan sampai ke desa. Ingatlah bahwa generasi unggul masa depan ditentukan oleh aksi dan langkah kolaboratif yang dilakukan hari ini,” pesan Wabup Manafe.

Manafe mengharapkan, agar dinas-dinas terkait melakukan evaluasi setiap 2 bulan sekali, khususnya melakukan evaluasi di kecamatan dan desa yang angka stuntingnya masih tinggi. “Semoga di Tahun 2023 angka penurunan stunting bisa mencapai 14%,” harapnya.

Hadir para pimpinan OPD terkait salah satunya Kadis DP2KBP3A, Yesay Lanus, para Camat se-Kabupaten Kupang, perwakilan Pokja Stunting Provinsi NTT, para Kades, Kapus dan Tenaga Gizi, LSM/NGO, para narasumber dari Bapelitbangda Provinsi NTT, Dinkes Provinsi NTT, dan Dispendukcapil Kabupaten Kupang. (Prokopim Kab.Kpg/red)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya