Categories Ekbis

Wawali Serena Ajak Generasi Muda Liliba Rawat Budaya

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., membuka Event Budaya dan Pesta Rakyat Tingkat Kelurahan Liliba Etnis Timor Tahun 2026 yang berlangsung di wilayah RT 042 Kelurahan Liliba, Rabu (12/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fernando Soares, Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, Anggota DPRD Kota Kupang, Rosa Linda Uta Teku, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kupang, Ignasius R. Lega, S.H., Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Camat Oebobo, Lurah se-Kecamatan Oebobo, Lurah Liliba, Ketua LPM, para Ketua RT/RW, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat serta seluruh warga masyarakat Kelurahan Liliba.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kelurahan Liliba, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menghadirkan kegiatan tersebut.

Menurutnya, rangkaian penyambutan yang melibatkan drum band anak-anak SD Inpres Liliba, Natoni oleh tokoh adat, serta tarian anak-anak merupakan bentuk nyata pelestarian budaya lokal.

“Ini yang betul-betul kita namakan event budaya. Tidak hanya mengkonsepkan budaya modern melalui fashion show, tetapi juga melibatkan budaya asli Timor,” ujar Serena.

Ia menegaskan, pesta rakyat tidak sekadar menjadi ruang hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, menjaga budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia mengapresiasi keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut.

“Saya senang melihat kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM. Pesta rakyat harus memberi manfaat. Masyarakat bergembira, budaya tampil dan pelaku usaha mendapat kesempatan untuk tumbuh,” katanya.

Serena mengajak masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal Liliba dan Kota Kupang. Menurutnya, membeli produk UMKM berarti turut membantu keluarga, usaha kecil, dan harapan masyarakat untuk terus berkembang.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mendorong agar 24 pelaku UMKM yang membuka stan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti berjualan hanya pada event budaya.

Ia meminta panitia berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata agar para pelaku UMKM dapat didata dan diarahkan untuk bergabung dalam kegiatan SABOAK Sunday Market, sehingga memiliki ruang pemasaran yang berkelanjutan.

“Tidak hanya berjualan di event kebudayaan saja di Kelurahan Liliba. Untuk keberlanjutan, jualan bisa masuk di SABOAK, agar setiap Jumat, Sabtu, Minggu juga bisa berjualan,” jelasnya.

Selain penguatan ekonomi masyarakat, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya menjaga budaya dan jati diri generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Ia mengajak para orang tua untuk terus memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak agar mereka mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya.

“Kepada generasi muda Liliba, teruslah maju, teruslah berkreasi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Budaya bukan sesuatu yang harus kita simpan di masa lalu. Budaya harus kita hidupkan, kita kembangkan, dan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Serena.

Ia juga mengingatkan pentingnya membekali generasi muda dengan prinsip dan karakter yang baik dalam menggunakan media sosial, termasuk menghindari dampak negatif seperti perundungan atau bullying.

Menutup sambutannya, Serena mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum pesta rakyat sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga membawa makna persatuan, kesempatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, meriah, dan penuh sukacita, sekaligus menjadi momentum untuk menghormati sejarah, menjaga budaya, dan bersama-sama membangun masa depan Kota Kupang.

Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Liliba, Maria Jeane Salem, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat nasionalisme, sekaligus merayakan identitas Kota Kupang yang dibangun atas keberagaman suku dan etnis.

Mengusung tema adat Timor dari Helong, Semau hingga Malaka dan Belu, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan, kebersamaan, serta melestarikan seni dan budaya lokal di tingkat kelurahan. Rangkaian kegiatan meliputi perlombaan dan kebersihan antar-RT yang telah berlangsung pada 10–11 Agustus, dilanjutkan puncak acara pada 12–14 Agustus dengan pementasan seni dan tarian tradisional, vision show, lomba cita menu pangan lokal berbahan dasar jagung dan ubi, gelar budaya, serta partisipasi UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

Maria Jeane menjelaskan, pembiayaan kegiatan bersumber dari dukungan Pemerintah Kota Kupang melalui PAD Kecamatan Oebobo, swadaya masyarakat, sumbangan LKK, serta para donatur. Ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang atas dukungan serta kehadiran bersama masyarakat Liliba, sekaligus mengapresiasi pemerintah kelurahan, aparat keamanan, pemuda-pemudi, panitia, dan seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan.

Nekaf mese ansauf mese,” yang berarti satu hati, satu jiwa, sehati sepikir, menjadi semangat kebersamaan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. (ris)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya