KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Kejadian keracunan yang dialami oleh siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Kupang nampaknya memberi bekas bagi siswa di sekolah lain.
Salah satu contohnya siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Kota Kupang yang menolak Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang telah disediakan.
Sebagaimana dikutip dari Pos Kupang, Kepala UPTD SMPN 5 Kota Kupang, Ferderik Mira Tade, S.Pd di ruang kerjanya, Rabu (23/7/2025) mengatakan saat apel pagi, para siswa kompak memberitahunya untuk menolak MBG yang akan diberikan.
Karena mengingat kejadian keracunan siswa SMPN 8 kemarin, Ferderik pun mengiyakan kemauan para siswanya untuk tidak diberikan MBG.
Dan sebagai kompensasi dengan tidak diberikan MBG, ia memutuskan untuk memulangkan para siswa lebih awal untuk dapat menikmati masakan orang tua mereka.
“Para siswa-siswi dipulangkan lebih awal karena pertimbangan kami, banyak anak-anak juga yang tidak makan pagi jadi kami bikin siasat agar mereka bisa makan di rumah agar tidak sakit,” tambahnya.
Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, sebanyak 101 siswa SMPN 8 Kota Kupang mengalami keracunan dan dilarikan ke 3 rumah sakit.
Sementara untuk penyebab keracunan, menurut Wali Kota Kupang, Christian Widodo saat ini masih dalam uji lab.
Ia berjanji akan menyelidiki kasus keracunan yang dialami para siswa ini. (ris)



