KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri Penutupan Pekan QRIS Nasional (PQN) Tahun 2026 yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur di halaman Swiss-Belcourt Hotel Kupang, Senin (18/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), Suratmi Hamida, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, Adrianus Amheka, pimpinan perbankan, para mitra kerja Bank Indonesia, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif.
Mengawali sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi NTT bersama seluruh mitra yang telah menginisiasi dan menyukseskan rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang sekaligus sebagai Ketua DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional atau Gekrafs Provinsi NTT, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Provinsi NTT beserta seluruh mitra yang telah menginisiasi dan menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.
Menurut Wawali Serena, Pekan QRIS Nasional bukan semata-mata berbicara tentang perubahan cara masyarakat melakukan pembayaran atau transaksi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama membangun ekosistem ekonomi yang semakin mudah, cepat, aman, inklusif, dan siap menghadapi perkembangan masa depan.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi Bank Indonesia, BTN, Katong Nonstop Production, komunitas kreatif, dan berbagai pihak dalam penyelenggaraan QRIS Street Festival ke-5 dan Tapu Ju Market Volume 5. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 40 UMKM lokal serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan merasakan langsung kemudahan transaksi digital.
“Di sini terdapat kreativitas, edukasi, dan yang paling penting, masyarakat mendapatkan pengalaman langsung bahwa transaksi digital itu mudah, aman, dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Sebagai Wakil Wali Kota Kupang, Serena menilai digitalisasi sistem pembayaran memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah. Sementara sebagai Ketua DPW Gekrafs NTT, ia melihat QRIS sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif yang harus terus dibangun secara kolaboratif.
Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk yang berkualitas. Produk tersebut juga harus memiliki akses pasar, mudah dijangkau oleh konsumen, serta didukung sistem yang memungkinkan pelaku usahanya terus berkembang.
“Di sinilah QRIS menjadi jembatan bagi UMKM kita untuk naik kelas, masuk ke ekosistem digital, membangun kepercayaan konsumen, dan membuka akses pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Wawali pun mengajak seluruh pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk tidak takut beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan mendukung produk lokal serta menjadikan transaksi digital sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Semoga Pekan QRIS Nasional ini tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan saja, tetapi menjadi gerakan yang terus tumbuh di Kota Kupang dan seluruh NTT. Sebab dari transaksi kecil hari ini, kita sedang membangun ekonomi yang lebih besar untuk masa depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menjelaskan, digitalisasi kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tepat tujuh tahun sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard terus berkembang dan memberikan dampak luas bagi sistem pembayaran masyarakat, bahkan hingga memperluas jangkauannya ke tingkat internasional.
Dalam rangka memperluas akseptasi transaksi digital, Bank Indonesia di seluruh Indonesia menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional pada momentum Bulan Kemerdekaan. Di Provinsi NTT, rangkaian kegiatan PQN telah dimulai pada 4 hingga 8 Agustus melalui Garda Sakti Cross Border Fest kedua yang mencatat sebanyak 2.977 transaksi QRIS.
“Pekan QRIS Nasional menjadi sarana untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai transaksi nontunai sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap perlindungan konsumen,” jelasnya.
Sebagai puncak Pekan QRIS Nasional di NTT, Bank Indonesia berkolaborasi dengan komunitas kreatif di Kota Kupang menggelar QRIS Street Festival dan Takuju Market Volume 5 pada 14 hingga 17 Agustus 2026. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat menikmati beragam produk UMKM lokal sekaligus bertransaksi menggunakan QRIS.
Selama empat hari penyelenggaraan, kegiatan tersebut diperkirakan dikunjungi 4.770 pengunjung dengan total 4.200 transaksi menggunakan QRIS. Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Kota Kupang terhadap perkembangan digitalisasi sistem pembayaran.
Adidoyo menegaskan bahwa berakhirnya Pekan QRIS Nasional tidak berarti berakhir pula upaya memperluas penggunaan transaksi digital. Menurutnya, peningkatan akseptasi QRIS harus terus diiringi dengan edukasi agar masyarakat dapat melakukan transaksi secara aman dan memahami pentingnya perlindungan konsumen.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dengan sejumlah mitra strategis, yakni Bank NTT, BP3MI Provinsi NTT, dan LLDIKTI Wilayah XV.
Melalui kerja sama tersebut, para mitra diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan Bank Indonesia dalam memperluas penggunaan transaksi nontunai sekaligus memperkuat edukasi perlindungan konsumen di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Pekan QRIS Nasional 2026, mulai dari pemerintah daerah, mitra strategis, industri sistem pembayaran, perbankan, pelaku UMKM, komunitas kreatif, media, hingga masyarakat. (ris)




