KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Musik tak hanya menjadi ruang untuk bernostalgia. Di tengah duka bencana yang masih dirasakan masyarakat Flores, para musisi senior di Kota Kupang memilih menjadikan panggung sebagai jalan untuk berbagi.
Gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Kupang mendukung rencana Konser Amal Forum Musisi Senior Kupang-NTT untuk menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.
Dukungan itu disampaikan dr. Christian saat menerima audiensi Pengurus Forum Musisi Senior Kupang-NTT di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (31/8/2026).
Ketua Forum Musisi Senior Kupang-NTT, Welly Parera hadir bersama pengurus Erens Blegur, Hans Busa, Susan Ay, Irma Busa Kapel dan Jack Kala. Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M.D. Gheta, S.T., serta Plt. Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang, Hubertus Mani, S.H.
Wali Kota mengapresiasi inisiatif para musisi senior yang memilih menggunakan talenta dan pengalaman bermusik mereka untuk membantu sesama. Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang terbuka terhadap berbagai gagasan masyarakat, terutama inisiatif yang memiliki nilai sosial, kemanusiaan, seni dan budaya.
“Saya senang sekali dengan kehadiran teman-teman di sini. Tentu ini menjadi sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Kami siap mendengar dengan pikiran dan hati yang terbuka. Saya percaya bahwa tumbuh dimulai ketika kita mau mendengar,” ujar dr. Christian.
Wali Kota menegaskan, Pemkot Kupang siap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan konser amal tersebut sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah. Dukungan dapat diberikan dalam bentuk fasilitas maupun kebutuhan teknis yang memungkinkan, tanpa mengambil alih konsep dan pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggung jawab Forum Musisi Senior.
“Pemkot sifatnya men-support. Kalau forum musisi membutuhkan tempat, kami sediakan. Membutuhkan audiens, kami bisa membantu membuat pengumuman. Membutuhkan tenda dan kursi, kami bantu,” jelasnya.
Namun, Wali Kota menekankan bahwa seluruh konsep kegiatan, termasuk penentuan tempat dan waktu, tetap berada di tangan Forum Musisi Senior. Baginya, hal tersebut penting agar konser amal benar-benar menjadi gerakan masyarakat dan tidak bergantung pada figur pemerintah.
“Ini konser amal. Kita mau berbagi kepada saudara-saudara kita di Flores. Jangan sampai menunggu jadwal saya sehingga menghambat kegiatan,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dukungan pemerintah tidak harus selalu hadir dalam bentuk mengambil panggung. Pemerintah, katanya cukup membuka ruang dan memudahkan masyarakat ketika ingin bergerak untuk tujuan kemanusiaan.
Wali Kota berharap gerakan tersebut tidak menunggu terlalu lama. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terdampak masih mendesak, terutama warga yang memilih mengungsi secara mandiri di sekitar rumah karena masih dihantui kekhawatiran terhadap gempa susulan.
“Semakin cepat kita bergerak, semakin cepat bantuan bisa sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Dukungannya terhadap konser amal tersebut melanjutkan berbagai upaya solidaritas yang sebelumnya telah dilakukan Pemerintah Kota Kupang. Dari kalangan ASN Pemerintah Kota Kupang, telah terkumpul bantuan sekitar Rp135 juta, sementara melalui kegiatan penggalangan bantuan lainnya terkumpul sekitar Rp280 juta.
Bagi Pemkot Kupang, solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana Flores bukan sekadar agenda pemerintah, tetapi gerakan kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, Wali Kota menyambut baik rencana Forum Musisi Senior memperluas konser amal ke berbagai lokasi. Ia juga menyatakan kesediaannya memberikan dukungan sebagai pelindung dan penasihat kegiatan.
Ketua Forum Musisi Senior Kupang-NTT, Welly Parera menjelaskan, konser amal dirancang sebagai rangkaian kegiatan atau roadshow yang berlangsung mulai September hingga November 2026. Selain Kota Kupang, kegiatan direncanakan berlanjut ke sejumlah kabupaten.
Sejumlah agenda awal telah dipersiapkan, antara lain pada 5–6 September dan 12–13 September, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya pada pekan-pekan selanjutnya sesuai kesiapan panitia dan dukungan berbagai pihak.
Para musisi senior ingin menjadikan kemampuan bermusik yang mereka miliki sebagai sarana menggalang kepedulian. Masyarakat diajak menikmati musik sekaligus mengambil bagian dalam membantu saudara-saudara di Flores yang masih menghadapi dampak bencana.
Audiensi tidak hanya membahas konser amal. Para musisi senior juga menyampaikan gagasan untuk menghidupkan kembali kegiatan musik dan pelestarian seni di Kota Kupang. Salah satunya adalah pengembangan kelompok musik keroncong yang dapat tampil dalam berbagai kegiatan, termasuk ketika Pemkot Kupang menerima tamu atau menggelar agenda tertentu.
Gagasan tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota. Menurutnya, keberadaan para musisi senior bukan hanya penting untuk mempertahankan karya musik masa lalu, tetapi juga menjadi jembatan untuk meneruskan tradisi dan pengalaman kepada generasi berikutnya.
Ia bahkan menyambut baik rencana menghadirkan kembali sejumlah musisi lama dalam berbagai penampilan bernuansa nostalgia. Dengan demikian, panggung yang dibangun Forum Musisi Senior tidak hanya menjadi tempat bernyanyi, tetapi juga ruang untuk merawat memori, memperkuat kebersamaan, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong. (ris)




