Categories Humaniora

Gubernur NTT Dorong 535 Lulusan Politani Jadi Entrepreneur

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong 535 lulusan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi berani menjadi entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan potensi ekonomi desa.

Demikian disampaikan Gubernur saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana Terapan dan Ahli Madya Politani Kupang Periode Oktober 2026 di Student Center Politani Kupang, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, lulusan Politani memiliki peran strategis dalam mengolah kekayaan alam NTT, khususnya sektor pertanian dan perkebunan. Pendidikan di Politani tidak hanya membekali pengetahuan, tetapi juga keterampilan, kemandirian dan mental untuk mengembangkan potensi daerah.

“Di sinilah peran strategis dari para lulusan Politani Kupang, sarjana terapan dan ahli madya, untuk juga bisa mengolah potensi NTT dengan baik, dan juga bisa menjadi sumber penghidupan baru,” kata Gubernur.

Gubernur juga mengapresiasi pengembangan jejaring pendidikan internasional Politani, termasuk program Join Degree dengan Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, China. Dari 535 lulusan, sebanyak 526 merupakan lulusan Politani Kupang, sementara 9 lainnya merupakan lulusan program kerja sama tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa Politani sekarang berstandar internasional,” tegasnya.

Gubernur meminta sembilan lulusan yang telah mengikuti pendidikan di China untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh kepada sivitas akademika Politani. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat inovasi pertanian dan pengembangan pendidikan di NTT.

“Yang bersembilan ini tolong nanti sharing betul pengalaman di China sehingga bisa menjadi inspirasi bagi kita di NTT,” ujarnya.

Dalam pembangunan ekonomi daerah, Gubernur menekankan pentingnya ketahanan pangan, inovasi pertanian dan hilirisasi produk lokal. Ia menargetkan setiap kabupaten memiliki sedikitnya tiga hingga lima hasil hilirisasi yang kuat serta mendorong lahirnya industri baru berbasis potensi daerah.

“Harus ada industri baru di NTT, sehingga dia bisa menjadi lokomotif yang menarik gerbong dari rantai bisnis perkembangan ekonomi NTT, termasuk di sektor pertanian dan perkebunan,” tegasnya.

Untuk mendukung agenda tersebut, Gubernur mengajak lulusan Politani, khususnya yang berasal dari desa, untuk kembali ke kampung halaman dan mengembangkan potensi lokal. Desa, menurutnya, harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan mengoptimalkan keunggulan masing-masing wilayah.

“Saya berharap lulusan Politani ini, bisa kembali nanti ke desa, bisa kemudian mengembangkan potensi desa, agar nanti desa itu betul-betul menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru di NTT,” katanya.

Gubernur mengingatkan para wisudawan agar tidak terpaku pada pilihan menjadi ASN karena peluang ekonomi terbuka luas di berbagai wilayah NTT. Ia mendorong lulusan Politani berani mengembangkan usaha sesuai kompetensi dan potensi daerah.

“Lihat mana yang bisa dikelola sebagai seorang lulusan Politani, sesuai dengan apa yang bisa dilakukan, kerjakan,” pesannya.

Sebagai dukungan konkret, Gubernur meminta Bank NTT memberikan pendampingan kepada lulusan yang ingin berwirausaha, termasuk melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Para lulusan diminta menyiapkan proposal bisnis, baik secara individu maupun kelompok.

“Mudah-mudahan nanti dari 535, 10 persen saja jadi wirausahawan/wiraswasta di bidang pertanian perkebunan, luar biasa. Nanti perbankan kita suruh topang,” ujarnya.

Menutup arahannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada orang tua, dosen, tenaga pendidik, Senat dan seluruh sivitas akademika Politani Kupang. Ia mengajak para lulusan melangkah optimistis, menjaga nama baik almamater dan menjadi bagian dari kemajuan NTT serta Indonesia.

“Teruslah melangkah dengan penuh optimisme, jaga nama baik almamater, dan buktikan bahwa cendekiawan muda NTT adalah tulang punggung kemajuan Indonesia, tulang punggung kemajuan Flobamorata,” pungkasnya. (ris)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya