Categories Ekbis

Genap Setahun Saboak, Pemkot Kupang Kaji Penambahan Satu Hari

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Pemerintah Kota Kupang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) di Taman Nostalgia, Minggu (21/6/2026).

Momentum tersebut menjadi ajang refleksi atas perjalanan satu tahun Saboak yang kini telah berkembang menjadi ruang ekonomi, kreativitas, dan perjumpaan masyarakat Kota Kupang.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, S.H., Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bawono Ika Sutomo, Kepala PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kupang Peter Laurensius Samosir, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Kupang Lohot Jon Piter Sidabutar, para Asisten Sekda Kota Kupang, para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, para Camat dan Lurah se-Kota Kupang, para pelaku UMKM, serta masyarakat Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan Saboak hingga mampu bertahan dan terus berkembang sampai saat ini.

“Saya dari lubuk hati yang paling dalam ingin mengucapkan limpah terima kasih kepada semua yang sudah berkolaborasi menjaga Saboak bisa ada sampai hari ini,” ujar Wali Kota.

Ucapan terima kasih tersebut secara khusus disampaikan kepada Dinas Pariwisata Kota Kupang, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, UPTD Pertamanan, para sponsor, komunitas, serta seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan Saboak.

Wali Kota menjelaskan, ide menghadirkan Saboak lahir dari diskusi bersama Wakil Wali Kota Kupang dengan tujuan menghidupkan Taman Nostalgia agar tidak sekadar menjadi ruang terbuka hijau, tetapi menjadi ruang publik yang memiliki “nyawa” bagi masyarakat.

Menurutnya, saat dilantik pada Februari 2025, kondisi anggaran daerah telah ditetapkan sehingga ruang fiskal untuk menghadirkan program baru sangat terbatas. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kota Kupang untuk menghadirkan inovasi bagi masyarakat.

“Kami melakukan efisiensi. Saya dan Ibu Wakil tidak membeli mobil dinas baru dan memanfaatkan anggaran yang ada untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Bank Mandiri, Taspen dan para sponsor lainnya. Dari kolaborasi itulah Saboak bisa lahir,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Saboak membuktikan program tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran, melainkan pada kekuatan kolaborasi semua pihak. Berbagai keraguan di awal pelaksanaan kini terjawab dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat.

Hingga saat ini, total perputaran ekonomi di Saboak tercatat mencapai sekitar Rp6,3 miliar dengan rata-rata transaksi sekitar Rp80 juta setiap pekan.

“Ini adalah uang yang berputar untuk masyarakat. Pemerintah Kota tidak mengambil retribusi dari lapak-lapak ini. Semua benar-benar untuk dan oleh masyarakat sendiri,” tegasnya.

Wali Kota juga menilai perayaan satu tahun Saboak bukan sekadar hari jadi, tetapi perayaan keberhasilan kolaborasi. Ia mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak takut menyampaikan ide-ide kreatif.

“Lebih baik memulai daripada menunggu semuanya sempurna. Better start than wait perfect. Mulai saja dulu, jalankan, lalu jika ada hambatan kita cari solusi bersama,” pesannya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang tengah mengkaji penambahan hari pelaksanaan Saboak menjadi tiga hari, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. Selain itu, pemerintah juga berencana menambah lapak, memperkuat pengamanan melalui penambahan personel Satpol PP, membangun pos Satpol PP, serta meningkatkan fasilitas penerangan dan sarana pendukung lainnya di kawasan Taman Nostalgia.

Wali Kota turut mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan fasilitas Saboak. Menurutnya, keberlanjutan program sangat bergantung pada rasa memiliki bersama.

“Ini milik kita bersama. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Karena itu mari kita jaga bersama-sama,” ajaknya.

Menanggapi materi terkait Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas pendampingan Kantor Wilayah Kementerian Hukum. Ia menegaskan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual bagi pelaku UMKM.

“Kita sudah dibantu mengurus kekayaan intelektual ini. Ini penting sekali seperti yang Pak Bawono sampaikan tadi. Mama-mama UMKM juga harus mendaftarkan, terutama yang punya inovasi-inovasi di bidang makanan dan kuliner. Jangan lupa untuk segera mendaftarkan ke Kementerian Hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan Saboak selama satu tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Saboak tidak terlepas dari semangat kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, komunitas, sponsor, maupun pelaku UMKM.

Serena mengakui bahwa perjalanan Saboak selama satu tahun tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan, terutama saat musim hujan, sempat dirasakan oleh para pelaku UMKM. Namun Pemerintah Kota Kupang terus berupaya agar masyarakat tetap dapat menjalankan usaha, termasuk rencana menghadirkan platform digital untuk memperluas pemasaran produk UMKM.

Lebih lanjut, ia menyambut baik rencana pengembangan Saboak, termasuk penambahan hari pelaksanaan yang sedang dikaji pemerintah. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti nyata manfaat Saboak bagi perekonomian warga. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, sponsor, serta mitra kolaborasi seperti Bank Mandiri, Taspen, Bank Indonesia, dan BRI. “Ke depan, Pemerintah Kota Kupang akan terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak agar Saboak semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Setelah sambutan kepala daerah, acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum, Bawono Ika Sutomo, yang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas komitmen dalam menghadirkan ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Saboak.

Ia menegaskan bahwa momentum satu tahun Saboak harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya perlindungan hukum kekayaan intelektual, khususnya pendaftaran merek.

Menurutnya, pendaftaran merek memberikan sejumlah manfaat penting, antara lain kepastian hukum, perlindungan identitas usaha, peningkatan reputasi, nilai ekonomi, serta perlindungan dari potensi pengambilalihan oleh pihak lain. Ia menegaskan bahwa tanpa pendaftaran, merek dapat lebih dahulu didaftarkan oleh pihak lain sehingga merugikan pemilik asli.

Bawono juga menyampaikan rencana penguatan layanan kekayaan intelektual di daerah melalui pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual untuk mempermudah masyarakat dalam proses pendaftaran HAKI tanpa harus datang langsung ke kantor Kementerian Hukum. (ris)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya