Categories Humaniora

Festival Literasi Kota Kupang Libatkan 600 Peserta

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Festival Literasi Kota Kupang Tahun 2026 melibatkan sekitar 600 peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Kupang untuk menumbuhkan budaya membaca, mengembangkan kreativitas, dan memperkuat karakter generasi muda.

Festival yang mengusung tema “Mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Literasi Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut dibuka Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, di Taman Nostalgia, Selasa (27/10/2026). Kegiatan berlangsung hingga Kamis (29/10/2026).

Dalam sambutannya, Serena menegaskan bahwa literasi berperan penting dalam membentuk pola pikir, karakter, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Di tengah perkembangan teknologi digital dan kemudahan akses informasi melalui media sosial, kemampuan membaca perlu diimbangi dengan kecakapan memilah informasi dan berpikir kritis.

Menurut Serena, budaya literasi tidak cukup dibangun melalui kegiatan belajar di sekolah. Kebiasaan membaca juga perlu ditumbuhkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Dari membaca, ada banyak hal positif yang bisa kita peroleh. Karena itu, budaya literasi harus tumbuh bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan di ruang-ruang lain di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia mengajak anak-anak dan generasi muda Kota Kupang menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban sekolah. Melalui kebiasaan membaca, generasi muda dapat memperluas wawasan, menemukan gagasan baru, mengembangkan kreativitas, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Serena berharap festival tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan ide, memperkenalkan karya, serta mengembangkan potensi mereka.

Ia menambahkan, pemerintah dapat menyediakan fasilitas dan ruang belajar, tetapi keberhasilan membangun budaya membaca membutuhkan dukungan keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Franky Amalo, menjelaskan bahwa festival melibatkan sekitar 600 peserta didik dari jenjang SD hingga SMA serta SLB. Kegiatan ini juga melibatkan pengelola perpustakaan kelurahan dan berbagai komunitas di Kota Kupang.

Selama tiga hari, festival menghadirkan sejumlah kegiatan, antara lain pameran buku dan karya literasi, gelar wicara, pameran arsip, sayembara arsip sejarah Kota Kupang, bedah buku, pentas seni dan budaya, pentas karya literasi, serta pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan minat baca, berbagi pengetahuan, memperkenalkan karya, dan menumbuhkan kreativitas.

Namun, keberlanjutan program literasi juga menjadi perhatian. Franky menyampaikan bahwa festival tahun ini didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari pemerintah pusat. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang tidak lagi memperoleh dukungan dana tersebut pada tahun anggaran 2027 akibat efisiensi anggaran.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Kupang dapat mempertimbangkan dukungan melalui anggaran daerah agar kegiatan serupa tetap dapat dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.

Festival Literasi Kota Kupang diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga memperkuat peran perpustakaan dan komunitas dalam membangun masyarakat yang kritis, kreatif, serta memiliki akses lebih luas terhadap pengetahuan. (ris)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya