KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 Tingkat Provinsi NTT dan Kota Kupang yang diselenggarakan oleh Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTT. Kegiatan penutupan berlangsung di Kompleks KSP Kopdit Solidaritas, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Dekopinwil NTT, Paulus Tadung, Ketua Panitia Hari Koperasi ke-79, Dominikus Ancis, serta pengurus dan anggota koperasi.
Ketua Dekopinwil NTT, Paulus Tadung, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di NTT diisi dengan sejumlah kegiatan diantaranya Gerak Jalan Sehat, Kunjungan Kasih ke tiga panti asuhan di wilayah Kota Kupang, serta pelaksanaan pelatihan bagi pengurus, pengawas, dan anggota koperasi.
Menurut Paulus, peringatan Hari Koperasi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gerakan koperasi agar semakin tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di NTT.
Ia juga menegaskan komitmen Dekopinwil NTT untuk terus mendorong peningkatan produktivitas koperasi melalui dukungan terhadap program One Village One Product (OVOP) Pemerintah Provinsi NTT, yang diarahkan melalui semangat “Satu Koperasi, Satu Produk Unggulan.”
Sementara itu Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Koperasi harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus menyusun langkah baru dalam memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian daerah.
“Pada momentum Hari Koperasi ke-79 ini, mari kita membangun sebuah semangat baru pada koperasi NTT. Kita tidak boleh lagi melihat koperasi hanya sebagai lembaga simpan pinjam. Koperasi harus hadir dalam kehidupan ekonomi masyarakat,” tegas Gubernur Melki.
Gubernur menjelaskan, koperasi harus mampu mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem ekonomi masyarakat. Koperasi, menurutnya, harus menjadi agregator produk masyarakat, penguat UMKM, penggerak produksi, penghubung petani dengan pasar, membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas anggota, sekaligus menciptakan lapangan kerja.
“Koperasi harus naik kelas,” tandasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Melki menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi harus memberikan manfaat yang nyata bagi rakyat. Karena itu, koperasi harus kita hadirkan kembali sebagai kekuatan ekonomi yang dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.
Gubernur Melki juga mendorong seluruh insan koperasi di NTT untuk tidak hanya berfokus pada sektor simpan pinjam, tetapi mulai memperkuat sektor produksi dan mengembangkan berbagai potensi ekonomi lokal yang dimiliki daerah.
“Saya berpesan agar seluruh pimpinan dan anggota koperasi dapat meningkatkan sektor produksi, tidak hanya bergerak dalam sektor simpan pinjam. Tentunya kita ingin agar koperasi benar-benar menjadi sokoguru perekonomian di NTT dan di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Gubernur, NTT memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat dikembangkan melalui koperasi, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kerajinan, hingga berbagai produk unggulan daerah. Potensi tersebut perlu dikelola secara terorganisasi agar mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Dekopinwil, gerakan koperasi, pelaku UMKM, dunia usaha, serta masyarakat untuk membangun ekosistem koperasi yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.
“Pemerintah Provinsi NTT siap mendukung dan mendorong gerakan koperasi agar semakin kuat. Kita ingin koperasi menjadi bagian penting dari upaya membangun ekonomi NTT yang produktif, mandiri, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Gubernur Melki.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh insan koperasi untuk menjadikan peringatan Hari Koperasi ke-79 sebagai titik tolak bagi lahirnya semangat baru dalam menggerakkan koperasi di NTT.
“Mari kita bangun koperasi yang kuat, produktif dan modern. Koperasi yang benar-benar hadir untuk anggota, hadir untuk masyarakat, dan menjadi kekuatan ekonomi NTT,” tutupnya. (ris)




