KUPANG, NTT PEMBARUAN.id -Badan Pusat Statistik bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencanangkan kegiatan Sensus Ekonomi di Provinsi NTT.
Kegiatan pencanangan ini digelar Jalan El Tari, Kota Kupang, Sabtu (27/6/2026) dan dihadiri Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik, Dr. Pudji Ismartini, M.App., Stat, Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data, Prof. Setia Pramana,S.Si, M.Sc., Ph.D, Gubernur NTT, Melki Laka Lena diwakili Staf Ahli Bidang politik dan pemerintahan, Petrus Seran Tahu, Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B.Kale, S.Si., M.Si., forkopimda dan insan pers.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik, Dr. Pudji Ismartini, M.App.Stat dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan sensus ekonomi ini menjadi sangat penting baik untuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Dalam sensus kali ini, BPS memasukan sektor pertanian yang dalam survei sebelumnya tidak dimasukan.
Data dari sensus ekonomi ini, lanjut Pudji bukan sekadar angka tetapi akan berpengaruh pada kesempatan kerja, dan perkembangan usaha.
“Dari hasil sensus ekonomi, kita bisa memperoleh informasi di mana peluang kerja akan terbuka dan usaha apa yang berkembang di daerah-daerah yang ada di sekitar negara kita,” ujar Pudji.
Untuk itu, Pudji mengharapkan partisipasi aktif dari para pelaku usaha ketika di datangi petugas Sensus Ekonomi untuk melakukan survei karena data ini dapat menjadi acuan pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat sasaran.
Pudji juga menepis berbagai rumor yang beredar di masyarakat dengan mengatakan data pelaku usaha dalam sensus ekonomi bersifat rahasia.
“Data sensus ekonomi ini tidak berkaitan dengan pajak. Data ini benar-benar data yang diperlukan untuk kebutuhan penyediaan statistik yang akan digunakan untuk pembangunan bangsa,” tegas Pudji.

Pada tempat yang sama, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena yang diwakili Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan, Petrus Seran Tahu dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Provinsi NTT memerlukan data yang akurat untuk perencanaan program pembangunan seperti di bidang pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif dan berbagai bidang pembangunan lainnya.
“Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting yang akan didukung oleh data yang lengkap, akurat, dan terpercaya,” ujar Petrus.
Ia berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berlangsung secara lancar, sukses, sehingga dapat menyediakan data yang riil di lapangan. (ris)



