SOE, NTT PEMBARUAN.id – Senyum sumringah tidak dapat disembunyikan dari wajah-wajah warga Dusun Oekese dan Dusun Taetimu, Desa Hane, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Penantian panjang mereka akan hadirnya penerangan yang layak akhirnya tuntas setelah PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang sukses melakukan commissioning test jaringan Listrik Desa (LISDES) Kamis (18/6/2026).
Tahapan ini merupakan ujian final untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan yang dibangun telah memenuhi standar keamanan yang tinggi, sehingga siap mengalirkan daya ke rumah-rumah warga secara andal dan aman.
Merespons momentum berharga ini, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menyampaikan bahwa penyalaan listrik pedesaan ini merupakan bagian dari misi besar PLN untuk memerdekakan seluruh pelosok NTT dari kegelapan.
“Kami memahami bahwa listrik adalah urat nadi kehidupan modern. Harapan kami, dengan hadirnya listrik di kampung tersebut, ia akan menyinari dan membawa harapan baru bagi masyarakat di tempat itu. Anak-anak kini bisa belajar dengan lebih baik di malam hari, dan para pelaku usaha lokal bisa mulai memanfaatkan peralatan elektronik untuk meningkatkan produktivitasnya,” ujar Eko.
Perjuangan membawa terang ke wilayah ini diwujudkan PLN melalui pembangunan infrastruktur yang kokoh, di antaranya Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,59 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sejauh 12,16 kms, serta sokongan 3 unit gardu distribusi dengan total daya sebesar 150 kVA.
Saat pengujian jaringan berlangsung, warga berkumpul bersama menyaksikan momen bersejarah tersebut. Simon Bahan, salah seorang tokoh masyarakat Desa Hane, mengungkapkan rasa harunya saat melihat desanya kini sejajar dengan wilayah lain yang telah maju.

“Saya mewakil warga Desa Hane mengucapkan terima kasih banyak kepada PT PLN (Persero) yang membawa terang untuk masyarakat di tempat ini. Kehadiran PLN benar-benar mengubah hidup kami,” ungkapnya penuh syukur.
Sementara itu, Manager PLN UP2K Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, menekankan bahwa menyalanya listrik di Desa Hane adalah gerbang awal menuju modernisasi desa.
“Masuknya listrik harapannya bukan hanya membawa terang, tetapi juga mempermudah akses masyarakat dengan teknologi untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik dari berbagai aspek,” jelas Koko optimis.
Dengan infrastruktur yang kini telah siap 100%, PLN berkomitmen untuk terus mengawal pelayanan kelistrikan di Desa Hane agar pasokan energi tetap terjaga demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. (ris)



