KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Momen pelepasan siswa kelas VI SDK Hosana Kupang tahun ini terasa istimewa. Selain menandai kelulusan 71 siswa angkatan ke-20, kegiatan tersebut juga menghadirkan sosok yang pernah tumbuh dan ditempa di sekolah yang sama, yakni Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc.
Dalam acara Syukuran Kelulusan dan Pelepasan Siswa Kelas VI SDK Hosana Kupang yang berlangsung di Oriental Restaurant, Sabtu (13/6/2026), Serena hadir bukan hanya sebagai Wakil Wali Kota, tetapi juga sebagai alumni yang kembali ke almamaternya untuk berbagi inspirasi dan harapan bagi generasi penerus.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Majelis Jemaat GMIT Agape Kupang Paul Dima, Pdt. Devi M., S.Th., para pembina dan pengurus Misi Agape Kupang, Kepala SDK Hosana Kupang Deky Fanggidae, para guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, serta seluruh siswa kelas VI. Turut mendampingi Wawali, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang serta para pengawas sekolah.
Dalam sambutannya, Serena mengenang perjalanan pendidikannya sejak playgroup hingga sekolah dasar di SDK Hosana. Ia mengaku sekolah tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, nilai hidup, dan semangat belajar yang terus dipegangnya hingga kini.
Menurutnya, kelulusan bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting yang menandai kesiapan anak-anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya dengan bekal karakter, keberanian, dan kepercayaan diri.
Ia juga mengapresiasi capaian SDK Hosana yang kini berhasil masuk dalam jajaran 10 besar sekolah berprestasi di Kota Kupang. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara yayasan, sekolah, guru, orang tua, dan para siswa dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Pendidikan yang sesungguhnya bukan hanya soal nilai akademik, tetapi bagaimana membentuk pribadi yang percaya diri, berkarakter baik, menghargai sesama, serta berani mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Serena.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota memberikan perhatian khusus kepada peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki talenta dan jalur keberhasilan yang berbeda sehingga tidak seharusnya dibandingkan satu sama lain.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan hanya mencetak anak-anak yang pintar secara akademik, tetapi juga membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.
“Kita harus percaya bahwa setiap anak memiliki talenta yang Tuhan berikan. Tugas kita adalah membantu mereka menemukan jalan terbaiknya dan memberikan dukungan agar potensi tersebut dapat berkembang secara maksimal,” katanya.

Kepada para lulusan, Serena berpesan agar menjadikan kelulusan sekolah dasar sebagai awal perjalanan panjang untuk terus belajar, bertumbuh, dan berani bermimpi besar. Ia menekankan bahwa karakter yang kuat akan menjadi modal utama dalam meraih kesuksesan di masa depan.
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Kupang terhadap pembangunan sumber daya manusia, Serena menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang pengembangan bagi anak-anak melalui berbagai program, kemitraan, dan jejaring yang mendukung prestasi di bidang akademik, olahraga, seni, maupun bidang lainnya.
Sementara itu, Kepala SDK Hosana Kupang, Deky Fanggidae, menyampaikan bahwa angkatan tahun ini memiliki catatan sejarah tersendiri. Selain menjadi angkatan ke-20, mereka juga merupakan angkatan dengan jumlah lulusan terbanyak sepanjang sejarah sekolah, yakni 71 siswa yang terdiri dari 33 laki-laki dan 38 perempuan.
Menurut Deky, para siswa tersebut merupakan generasi yang memulai pendidikan dasar pada tahun 2020, di tengah pandemi COVID-19 yang penuh keterbatasan. Namun, berbagai tantangan yang dihadapi justru membentuk kemampuan adaptasi dan daya juang yang kuat.
“Anak-anak ini telah belajar satu hal penting bahwa kehidupan selalu berubah, tetapi mereka yang mau belajar dan beradaptasi akan mampu bertahan dan bertumbuh,” ujarnya.
Ia juga mengumumkan bahwa seluruh siswa kelas VI SDK Hosana Tahun Ajaran 2025/2026 dinyatakan lulus 100 persen. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja bersama antara sekolah, guru, orang tua, gereja, Yayasan Misi Agape Kupang, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung proses pendidikan. (ris)




