Categories Ekbis

Provinsi NTT Peringkat 6 Termiskin

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS NTT) pada Jumat, (25/7/2025) mengeluarkan data terkait angka kemiskinan yang ada di NTT hingga Maret 2025.

Sebanyak 1.09 juta orang di NTT mengalami kemiskinan atau 18.60 persen dari jumlah penduduk yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal ini disampaikan Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale via daring, Jumat (25/7/2025).

Angka kemiskinan ini memang turun 19.16 ribu orang atau 0.42 persen jika dibandingkan data kemiskinan hingga September 2024.

Meskipun turun, persentase kemiskinan di NTT yang sebesar 18.60 persen ini masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lain yang ada di Indonesia.

Peringkat Provinsi termiskin versi BPS
Data BPS terkait kemiskinan tiap provinsi di Indonesia dari September 2024 – Maret 2025. Provinsi NTT berada di posisi ke-6.

Provinsi NTT berada di peringkat 6 dengan angka kemiskinan tertinggi dibawah Provinsi Papua Pegunungan sebesar 30.03%, Provinsi Papua Tengah sebesar 28.90%, Provinsi Papua Barat sebesar 20.66%, Provinsi Papua Selatan sebesar 19.71% dan Provinsi Papua sebesar 19.16%.

Berada di peringkat 6 sebagai provinsi termiskin ini nyatanya dibantu dengan penjualan rokok kretek di Provinsi NTT.

Rokok kretek berada di peringkat ketiga untuk menyumbang angka kemiskinan yang ada di Provinsi NTT setelah beras dan perumahan.

Komoditas penyumbang kemiskinan di ntt
Data BPS untuk komoditas yang menyumbang angka kemiskinan di Provinsi NTT.

Berdasarkan Garis Kemiskinan hingga Maret 2025 rokok menyumbang 7.11 persen untuk di perkotaan dan 6.28 persen di perdesaan terhadap pengeluaran masyarakat miskin di NTT.

Garis Kemiskinan (GK) merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan bukan makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

Di Provinsi NTT, BPS menetapkan batas pengeluaran per kapita sehingga bisa dikatakan miskin harus dibawah Rp666.633 untuk masyarakat di kota dan Rp508.645untuk masyarakat di desa

Sehingga untuk rata-rata pengeluaran tiap bulan masyarakat di Provinsi NTT sehingga dapat dikategorikan miskin harus dibawah Rp549.607/kapita.

Batas pengeluaran untuk dikategorikan miskin di ntt
Data BPS untuk batas pengeluaran tiap bulan masyarakat NTT sehingga dapat dikategorikan miskin dari September 2024 – Maret 2025.

Menurut BPS, beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di NTT selama periode September 2024 – Maret 2025 antara lain adalah:

  1. Ekonomi Nusa Tenggara Timur tumbuh sebesar 4,55 persen pada Triwulan I-2025 dibandingkan Triwulan I-2024.
  2. Pada Triwulan I-2025, pengeluaran konsumsi rumah tangga tercatat naik sebesar 3,42 persen dibandingkan Triwulan I-2024.
  3. Nilai Tukar Petani Februari 2025 sebesar 101,43.
  4. Tingkat Inflasi hingga Februari 2025 berada pada level yang relatif rendah, yaitu sebesar 0,09 % (YtD).
  5. Pada Triwulan I-2025, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan juga tumbuh 4,28 persen dibandingkan Triwulan I-2024.

(ris)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya