Categories Ekbis

Maret 2025, Penduduk Miskin di NTT 1.09 Juta

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Hingga Maret 2025, sebanyak 1.09 juta penduduk atau 18.60 persen di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada pada garis kemiskinan.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Matamira B. Kale via live streaming, Jumat (25/7/2025).

Angka kemiskinan ini, jika dibandingkan dengan September 2024 mengalami penurunan sekitar 19.16 ribu orang atau atau turun 0.42 persen.

Sementara untuk Garis Kemiskinan (GK) pada Maret 2025 sebesar Rp549.607,- per kapita per bulan, jika dibandingkan September 2024, Garis Kemiskinan naik sebesar 2,93 persen.

Garis Kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan bukan makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

Jika diklasifikasikan, Garis Kemiskinan di perkotaan per Maret 2025 sebesar 71,63 persen dan di perdesaan sebesar 77,87 persen.

Untuk komoditas tertinggi yang menyumbang Garis Kemiskian Pada Maret 2025, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama. Beras masih memberi sumbangan terbesar, yaitu sebesar 28,71 persen di perkotaan dan 35,88 persen di perdesaan.

Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK (7,11 persen di perkotaan dan 6,29 persen di perdesaan), telur ayam ras (2,96 persen di perkotaan dan 2,00 persen di perdesaan), kopi bubuk dan kopi instan (2,07 persen di perkotaan dan 2,90 persen di perdesaan), gula pasir (1,93 persen di perkotaan dan 2,83 persen di perdesaan), daging ayam kampung (1,73 persen di perkotaan dan 2,47 persen di perdesaan).

Sementara untuk komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar, baik pada GK perkotaan dan perdesaan, adalah perumahan (10,48 persen di perkotaan dan 9,80 persen di perdesaan), pendidikan (2,52 persen di perkotaan dan 1,23 persen di perdesaan), dan bensin (2,17 persen di perkotaan dan 1,54 persen di perdesaan).

Urutan selanjutnya adalah sumbangan dari listrik, perlengkapan mandi, kayu bakar, minyak tanah, serta sabun cuci. (ris)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya